Kupastikan kamu hanya tahu 5 atau 10% tentang diriku yang sesungguhnya, barangkali yang sangat dekat pun hanya 20 sampai 25%
Begitu pun tentangmu, bisa saja aku hanya mengetahuinya 5% , bisa saja.
Lantas, siapa yang mengetahui tentang kita 100% , semuanya sudah tahu, ya, Allah. Allah swt 'saja-lah' yang tahu luar dan dalam diri kita. Kenapa bukan orang tua? Orang tua pikirku mungkin hanya 70 sampai 85%
Ketahuilah Saudaraku, bahkan orang tua pun tidak tahu bagaimana kita melihat juga menghadapi dunia yang fana ini. Hanya diri kita sendiri dan Allah-lah yang benar-benar mengetahuinya bahkan bisa dibilang 1000% , tidak kurang.
Allah itu sangat dekat wahai Saudaraku, seperti yang kita ketahui dalam Al-Qur'an bahwasanya,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
"Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Q.S Qaf [50] : 16
Makanya kenapa kita selalu diwanti-wanti agar ketika kita melangkah melakukan suatu aktivitas harus disertai dengan niat yang baik, niat yang semata-mata memang karena Allah.
"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan balasan bagi tiap-tiap orang tergantung apa yang diniatkan". ( HR. Imam Bukhori : 1 )
Sudah cukup jelas yaa, betapa pentingnya niat ini, kenapa penting karena takutnya ketika niat kita masih salah, hidup kita jadi tidak berkah.
Ambil contoh yang mungkin tak sedikit orang mewanti-wanti perihal ini, yaitu menghafal Al-Qur'an yang saat ini sedang booming-boomingnya orang-orang mengahafal Al-Qur'an, apalagi banyak tawaran bagi orang yang menghafal Al-Qur'an. Hati-hati dengan niat, jangan sampai salah niat seperti hanya ingin masuk kuliah tanpa tes, dapat santunan, ada lomba-lomba yang diadakan sehingga banyak orang termotivasi dengan menghafal Al-Qur'an. Astaghfirullah..
Adapun seharusnya niat yang baik adalah karena berharap keridhoan Allah SWT, karena Al-Qur'an akan memberi syafaat kepada kita pada hari kiamat, karena Al-Qur'an adalah petunjuk menuju kepada Allah swt, karena membaca 1 huruf Al-Qur'anul Karim 10 kebaikan, karena nanti dihari kiamat orang akan diangkat derajatnya dengan hafalan Al-Qur'an. Masyaa Allah..
Itu yaa sedikit intermezo perihal pentingnya niat. Lanjut, membahas soal kepribadian seseorang...
Aku selalu bertanya-tanya 'Kok bisa sih sepasang suami istri yang sudah hidup bersama-sama selama berpuluh-puluh tahun, bercerai dan pada akhirnya saling membenci satu sama lain. Apa mereka tidak ingat awal mereka bertemu lalu memutuskan menikah pasti awalnya ada saling ketertarikan kan yaa'
Hmm... Pada akhirnya aku tersadar satu hal, bahwasanya pada dasarnya mereka itu 'orang lain' ya kan? Yang namanya orang lain berarti kita gak tahu siapa dia, darimana dia, seperti apa orangnya, lantas menjadi keluarga sebab diikat dengan tali suci pernikahan. Just it!
Di awal barangkali ada ketertarikan, tapi yaa namanya manusia kita selalu ingin tampil menarik istilah jaman sekarang 'jaim' (jaga image). Aku pernah melihat suatu kasus dimana ada seorang wanita cantik dan berhijab lalu menikah, tetapi setelah menikah lantas dia membuka hijabnya.
Semoga kita dijauhkan dari orang-orang seperti ini, kasarnya, 'pura-pura soleh/solehah' cukup mengerikan yaa. Seperti itulah pribadi manusia kita tidak bisa memegang kendali sepenuhnya.
Ada yang lebih mengerikan lagi dimana katanya 'semua manusia itu munafik' terlampau sangat kasar dan agak takut juga nulis ini takut diri ini juga seperti itu. Naudzubillah
Tapi yaa tidak bisa dipungkiri, banyak contohnya seperti di media sosial orang-orang pasti hanya akan menunjukkan kebahagiaannya aja kan, meskipun sedang sedih, terpuruk, sebagian besar tidak akan memposting hal itu karena dianggap merusak image. Otomatis kita tidak tahu seperti apa mereka di belakang layar.
Semoga Allah swt menghindarkan kita dari kesedihan yang berlarut-larut, semoga baik di dunia maya atau dunia nyata Allah selalu berikan kebahagiaan, karena berat atau tidaknya suatu masalah sifatnya subjektif tergantung mental dan mindset kita dalam menghadapi sebuah masalah.
Kesimpulannya luruskan niat karena Allah mengetahui apa yang tertanam dalam hati kita, selain itu kita juga tidak bisa memegang kendali sikap dan perilaku orang lain yang bermacam-macam dan juga semoga Allah selalu memberikan hidayah setiap saat agar menjadi pribadi yang selalu husnudzon dan be positive.
Semoga bermanfaat:)













