#RamadhanLebihBaik : Berpikir Positif sama Allah
Apakah hidupmu akhir-akhir ini nampak suram?
Ketika telah menyusun target dan kamu tidak dapat mencapainya.
Ketika kamu sudah berusaha melakukan hal baik, namun merasa tidak mendapat balasannya.
Ketika harapan yang kau panjatkan, tidak juga terkabul.
Mungkin kamu hampir saja putus harapan.
Saat hidup sedang berada di titik terbawah dan dunia seakan semakin menjatuhkanmu, apalagi yang dapat kau pikirkan selain menangis untuk meringankan beban.
Kemudian hati berteriak, kenapa Allah, kenapa..
Kenapa Kau berikan jalan seperti ini, kenapa Kau mempersulit, bukankah doa telah terpanjatkan dan diiringi dengan perbuatan baik, apakah itu tak cukup untuk membantu?
“Wahai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Jawabannya, mungkin belum.
Siapa tau, doamu belum waktunya untuk dikabulkan. Bukankah setiap orang memiliki waktu terbaiknya masing-masing? Sayangnya, waktu tersebut dirahasiakan Allah dan kamu tidak mengetahuinya.
Siapa tau, perlakuan baikmu niatnya masih salah, bukan murni karena Allah tapi karena ingin terlihat baik atau ingin mendapat balasan kebaikan.
Jangan berprasangka jika Allah tak pernah mendengar doamu dan berpilih kasih kepada orang lain. Bukankah Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang?
Sadarilah, Allah selalu menginginkan yang terbaik bagi hamba-Nya.
Saya pun sedang berada di titik seperti itu nampaknya.
Sedang kehilangan kepercayaan akan harapan, dan mulai pasrah dengan apa yang terjadi. Ternyata, diri ini yang salah. Menganggap bahwa yang terbaik adalah terkabulnya harapan, namun tidak terkabulnya harapan itu mungkin saja yang terbaik bagi Allah.
Contohnya.
Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman yang mendapatkan pasien kasus khusus dari pendaftaran, dan ternyata kasusnya cukup langka dan susah, susp keganasan. Kita satu kelompok pastilah menyemangati.
Kemarin, ia bercerita kepada kami bahwa ia harus mengantar untuk pemeriksaan ke RSUD dan cukup repot, selain itu ia juga mendengar sebuah omongan tidak enak dari teman kelompok lain yang mengatakan bahwa ia akan kesulitan pada saat soca (diskusi kasus) nya nanti karena kasusnya yang susah.
Ternyata berat.
Mungkin saja, bila itu saya, saya tidak sanggup dan akan lebih stress dari ini. Bisa jadi kan, siapa tau. Rupanya, Allah menyelamatkan saya.
Maka, bila pun Allah tidak mengizinkan saya untuk menyelesaikan stase ini pada batch kali ini, mungkin itupun yang terbaik bagi Allah untuk saya.
Karena ilmu saya yang kurang, karena saya yang masih suka tak tahu jawabannya ketika ditanya dosen, karena saya yang malas belajar.
Seperti sekarang ketika saya memutuskan untuk menulis di tumblr dan menyisihkan buku saya untuk belajar simulasi kasus esok hari. Kenapa menulis tumblr lebih menyenangkan, apa ini bukan jalanku (yah su’udzon).
Kalo lagi down, pasti bawaannya malah males. Ngga pengen ke mana-mana, tapi ngga mau ngerasa sendiri. Maunya diajakin ngobrol, atau membicarakan hal-hal yang tidak terkait dengan dunia perkoasan apalagi ditanya gi mana pasiennya. Maunya dikasih pasien aja.
(lah kode, lah ngatur. Sadar, Fir. Jangan ngayal mulu.)
Seharusnya.
Kita harus mulai belajar banyak bersyukur.
Benar rupanya, bersyukur itu jauh lebih sulit daripada sekedar berterima kasih dan berbuat baik. Apalagi saat ditimpa kesulitan atau musibah, belum tentu kita mampu untuk bersyukur dan sempat berpikir bahwa mungkin dari musibah ini ada kebaikan dan rezeki di dalamnya.
Jadi, kapan mau berhenti berburuk sangka kepada Allah?
Sudah malam ke 10 Ramadhan, yakin sudah jadi #RamadhanLebihBaik atau masih gini-gini aja?
—
Khusnudzan dulu yuk sama Allah. Susah, tapi harus diusahakan.
“Tetap berusaha. Maksimalkan. Jangan beralasan untuk gagal. Kalo nabrak, bisa cari jalan lagi, kan?”
Katanya sih gitu. Siapa tau habis gini Allah tunjukin jalan buat ketemu jodohnya, terus langsung dilamar. Katanya, menikah itu melancarkan rezeki kan?
Ngga ding, kalo yang ini bercanda.
——
#RamadhanLebihBaik
Sebuah tulisan yang berusaha saya buat untuk menginstropeksi dan mengingatkan diri saya sendiri yang mungkin bisa teman-teman ambil sedikit manfaatnya, namun bila ada keburukan mohon saya diingatkan dan boleh dibuang saja.
Surabaya, 4 Juni 2017 ; 8.18 pm.
Untuk mengingatkan bahwa sudah hari ke 9 Ramadhan dan malam ke 10 Ramadhan 1438 H, tapi diri ini masih malas dan gitu-gitu aja. Malah banyak su’udzon ke Allah. Astaughfirullahaladzim.