Hi all. Just wanted to update here. I’m in the hospital with preeclampsia again (I had it with my first son) & this time the baby is being affected. He has Intrauterine Growth Restriction (IUGR) which means he basically stopped growing a few weeks ago. I was admitted on Thursday at 35+3 weeks and my son stopped growing at 32+2 weeks. Tomorrow I’ll be 36 weeks. IUGR is a complication of preeclampsia caused by the placenta falling to provide enough oxygen and nutrients to the baby to support their physical growth. According to the doctor their organ and brain development stays on track.
So far we’ve been told that although he’s small, the baby looks good. He’s had some issues being less reactive than they’d like to see when they put him on the fetal monitor but nothing they’re overly concerned about. He may need some NICU time when he’s born to help him gain weight and regular his body temperature but hopefully that’s just a couple days. If he’s under 4.5lbs he’ll go to NICU automatically. If he’s over 4.5lbs they’ll send him based on his assessment.
My blood pressures have remained stable since I’ve been here (I’m basically on bed rest). Due to COVID-19 I’m only allowed to have 1 visitor through the duration of my stay from now thru postpartum. My husband is that person, obviously, because we want him here during delivery, but since he’s home with our son he can’t be here all day every day. He’s been coming at night from like 3-10. My MIL has been a saint and is staying with us as long as we need. (If we need NICU time it could be 2 weeks after delivery of needing someone w/ my elder son.)
As far as a delivery date, I’ve been told a number of things and I’m confused. One doctor told me it would be close to 36 weeks (tomorrow). One told me they were going to try to get me to 37 weeks (a week from tomorrow). Another doctor told me that between 36 and 37 weeks is a “gray area” and they might do it sometime mid-week. And, of course, if baby or I start to destabilize then it could be literally any moment.
With my elder son I was fairly stable until after I had him. Postpartum my blood pressures spiked and I needed 24-hours on a magnesium IV and a few weeks of meds at home. They also have me a medication when my pressures spiked to try to control it but instead it bottomed me out so they had to call in a crash team. It was very scary and traumatic.
So... any good vibes, well wishes, or prayers that you want to put out into the universe for us would be greatly appreciated. Right now we’re both stable and hopefully we remain that way.
I'm still around just less active. We found out yesterday that Fionn is still measuring 28 weeks when he should be measuring 32. If he continues not to grow properly, I will deliver and he will spend time in the NICU. It's been an emotional 24 hours. I did this sigil for growth along with a ritual bath involving salt, tangerine, lavender, chamomile and a fuck ton of crystals. I don't know if I necessarily believe in rebogging to charge, but I'm willing to try <3
Tahun 2022 lalu, saat hamil di trimester ketiga rezeki dan ujian datang bersamaan. Deg deg an menjelang kelahiran bayi ketiga justru diberikan kejutan berupa fakta bahwa berat janin ku kurang dan didiagnosa IUGR alias gagal tumbuh! Huhuhu.. sediih.. tapi harus semangat untuk menaikkan berat janin. Saat itu memang berat badan ku tak naik banyak di trimester ke 2 dan 3. Banyak faktor yg mungkin melatarbelakangi dari segi ekonomi, sosial dan psikologis. Tapi tak hanya itu, Alloh kasih kejutan lain.
.
.
.
Mendapat rezeki anak ketiga ini bisa dibilang kami sangat tidak siap. Tapi bila Alloh sudah berkehendak, tak ada yang bisa melawan takdir, Ini pasti akan dijalani.
.
.
Di awal kehamilan, aku tinggal di rumah mertua. Mertua murka tau aku hamil anak ketiga. Kutelan semua perkataan nya yg menyakitkan. Sudah ku jawab saja dengan positif bahwa ini adalah rezeki dari Alloh semoga anak ini bisa membawa keberkahan dan kemurahan rezeki bagi keluarga kami. Meskipun begitu aku jadi merasa tak menginginkan kehamilan ini. Astagfirullah..
.
Saat tau aku hamil, aku beranikan untuk cek kandungan di puskesmas terdekat karena bpjs ku pun sudah menunggak setahun. Aku ke puskesmas ditemani suami dan anak2. Dari awal periksa kehamilan aku sangat ingin mendengar detak jantung bayi ku. Tapi saat itu usia kehamilan baru 8 minggu kata nya belum bisa terdengar. Bulan berikutnya kontrol kandungan lagi usia 12 minggu alhamdulillah ada detak jantung tapi bidan nampak kesulitan mencari letak jantung janin.
.
Riwayat kelahiran anak ku sebelum nya sc. Jadi direkomendasikan oleh bidan setempat untuk sc dan steril sekaligus di kelahiran berikut nya.
.
Alhamdulillah kami ada rezeki bisa melunasi bpjs dan kontrol kehamilan di spesialis kandungan terdekat saat usia kehamilan 16mgg. Aku bener2 ga sabar ingin dengar detak jantung bayi lewat usg. Tapi aneh nya usg di klinik ini tak bersuara. Jadi aku hanya bisa dengar detak jantung saat kontrol kandungan di bidan puskesmas. Hasil kontrol selalu dibilang baik sampai di trimester kedua. Padahal dengan berat badan dan tinggi fundus ku yang tidak banyak naik aku sempat mempertanyakan apakah masih normal dan dijawab masih dalam batas normal.
.
Di desa, rencana kelahiran apakah normal atau sc sudah ditanyakan dari awal kehamilan tapi dengan rekomendasi sc dan steril dari bidan dan spesialis kandungan aku lebih nyaman untuk melahirkan di kota kelahiran ku karena akses fasilitas kesehatan di desa kurang lengkap. Akhirnya kami memutuskan untuk ke rumah orang tua ku di akhir trimester ke 2 awal bulan Oktober. Suami ku saat itu sedang tugas di luar kota dari bulan Agustus. Aku dijemput oleh orang tua dan di antar suami yg libur seminggu, berbarengan dengan adikku yg akan menjemput istri dan anak nya dari Sragen.
.
Tak lama setelah tiba di kota kelahiranku, aku memanfaatkan fasilitas bpjs untuk periksa kandungan di faskes 1. Ternyata di tahun 2022 sudah ada kebijakan pemeriksaan usg di faskes 1. Alhamdulillah..
Pemeriksaan di faskes 1 bulan Oktober dengan bidan, bulan November dengan bidan, bulan Desember dengan bidan plus usg oleh dokter umum. Nah, dari hasil usg ini lah akhir nya ketahuan janin diduga gagal tumbuh karena berat nya rendah tidak sesuai usia kehamilan padahal semua hasil lab bagus, tekanan darah juga bagus. Dari situ dokter umum kasih rujukan ke spesialis kandungan.
.
Sungguh ujian dan rezeki datang bersamaan.. ketika tau janin ku beratnya kurang, orang tua, saudara2 kandung dan kerabat memberikan support materi, hadiah, dan perhatian untuk mendukung kenaikan berat janin. MasyaAlloh dek, banyak banget yang sayang sama kamu.
.
Periksa ke spesialis kandungan pun hasil nya memang dicurigai IUGR dan ada 3 lilitan tali pusar. Dikasih waktu 2 minggu oleh dokter untuk makan tinggi protein tinggi kalori, dikasih suplemen vipalbumim, trus minum peptisol, makan es krim. Segala macem biar berat janin tambah. Alhamdulillah ada sedikit kenaikan.. Saat kontrol setelah 2 minggu itu di bulan Januari, alhamdulillah berat janin dari 1,3kg jadi 2,2kg, lilitan nambah jadi 4 dan ada lagi kejutan yang Alloh siapkan. Dari hasil usg terlihat ada kebocoran jantung janin yang cukup besar yaitu 98mm. Allahu Akbar.. Sempat syok udah ga bisa berkata apa2 lagi. Saat kontrol kandungan itu udah yakin dapat kabar gembira tinggal milih tanggal sc eh malah dapat kejutan baru! Mana datang sendirian tidak ada yang menemani. Air mata pecaahh waktu nunggu surat rujukan ke dokter jantung anak di RS yg lebih mumpuni. Petugas administrasi nya lama pula ngeprint surat rujukan jadilah air mata mengalir deras. Hihihi..
.
Pulang ke rumah disambut pelukan bikin air mata tumpah lagi.. hueeee.. Makin nge lag. Ini memang diagnosis ssmentara, berharap saat ke spesialis jantung anak ada secercah harapan. Pengen optimis tapi tetep mau nangis.
.
Periksa fetalecho ke jantung anak saat usia kandungan 36 minggu bukan bikin adem malah nambah ruwet.. Hasil diagnosis nya "Moderate to large 2nd ASD with suspicious TGA association as side by side great arteries. Suggestion: bedside echo after delivery" (kebocoran jantung sedang hingga besar dan dikhawatirkan ada pertukaran pembuluh darah jantung tapi baru bisa dipastikan setelah echo ulang saat bayi lahir). SHOCK!
Fetal growth restriction (IUGR) is a condition in which the growth of the baby is slow in the womb according to the pregnancy period.
Fetal growth restriction (IUGR) is a condition in which fetal growth is limited and the fetus is less than 90% of the fetus of the same age. Babies with this condition are known as ‘short for gestational age’ and occur in growing up to 5% during all pregnancies. It is also known as fetal growth retardation or fetal growth retardation. You can read some pregnancy caution for the first three months.