Kita terlalu banyak melanggar budaya dengan alasan inovasi, padahal kreativitas itu bicara tentang teknik, bukan nilai

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Jamaica
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from Singapore

seen from United States

seen from Germany

seen from Austria
seen from China
seen from Indonesia

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
Kita terlalu banyak melanggar budaya dengan alasan inovasi, padahal kreativitas itu bicara tentang teknik, bukan nilai
Kita Perlu Berhenti Sejenak
Kadang, di tengah hingar bingar dunia
Di tengah sibuknya segala urusan dan perkara
Di riweuhnya perkara-perkara amanah yang tak berujung
Kita perlu berhenti sejenak
Sejenak rehat dari segala kesibukan dunia yang tak pernah berujung
Mengisi kembali nurani yg mungkin terlalaikan kesenangan dunia dengan segala permainan dan tipu dayanya
Menyambung kembali hubungan dengan-Nya yg mungkin sempat terputus
Memperbaiki alasan kenapa akhirnya kita harus tetap bergerak dan hidup
Mengembalikan orientasi hidup yang seringkali kalang kabut
Bukan berhenti lantas terlenakan atau berhenti lantas berbalik arah
Sekadar berhenti untuk menyiapkan bekal lebih banyak
Berhenti tuk mempersiapkan jauhnya perjalanan yang akan dilalui
Karena sejatinya tujuan dari perjalan hidup kita sudah jelas, hanya dalam menuju ke tujuan tersebut kita seringkali teralihkan pada hal-hal yg justru membuat perjalanan semakin berat, atau bahkan menjauhkan dari tujuan awal.
“Hiduplah di dunia seperti orang asing atau yang sedang dalam perjalanan panjang.” (Muttafaq Alaih)
@barizhilmi
SalafiSounds: Who are the Jamā'ah and who are the Opposers? - Khutbah by @AbuKhadeejahSP Khutbah at Masjid as-Salafi, Bimringham, UK. 21st June 2019. Please leave a comment below describing the contents of this talk and how you benefited. This will help others and it is your way of aiding the da’wah.
Menyoal Penyusutan Jamaah Shalat Tarawih
Menyoal Penyusutan Jamaah Shalat Tarawih
Pekan pertama masih bersemangat, pekan kedua mulai berkurang. Tidak cuma jamaah wanita yang banyak halangannya, tapi juga dari jamaah pria yang tidak ada halangan wajib bulanan pun menjadi berkurang setengahnya. Seiring bertambahnya jumlah puasa yang telah kita lakukan, entah kenapa barisan shaf jamaah Tarawih semakin berkurang.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2LMp8ay
Tak Ada yang seumpama.
Ruang, yang terbentang jauh tanpa diketahui dimana ujungnya. Disana terdapat bumi, bulan, matahari, bintang-bintang hingga gugus galaksi yang tergantung pada ruang. Tak ada cerita dan tak ada yang mengabarkan, dimana batas ruang ini.
Begitulah maha karya Allah, Sang Pencipta mampu mencipta sesuatu tanpa contoh sebelumnya. keberadaanNya juga tak butuh ruang ini. Qiyamuhu binafsih. Independen.
Pun dengan waktu, tak ada makhluk yang tak luput dari perjalanan waktu. Pergerakan bumi, bulan, matahari dan seisi lainnya berjalan dengan waktu yang teratur. Perubahan butuh waktu. Perjalanan pada ruang butuh waktu.
Bagi Allah, sangat mudah memperlihatkan relativitas waktu pada perjalanan Isra Mi’raj Rasul. Allah memperlihatkan kecepatan buraq melebihi jutaan tahun perjalanan cahaya. Allah perlihatkan kejadian dimasa depan, keadaan dunia, surga, neraka, serta bertemu dengan para Nabi terdahulu.
Allah juga menunjukkan hebatnya perjalanan malaikat, tujuh puluh ribu tahun perjalanan hanya membutuhkan waktu sehari. Satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Serta membuat kehidupan Akhirat abadi, kehidupan dunia hanya singgahan.
Ruang dan Waktu memperlihatkan betapa agungnya Allah. Dan hakikat keberadaan zat Allah tak membutuhkan kedua ini. Karena kedua ini adalah makhluk, hasil ciptaanNya.
Demikian pula benda-benda pengisi alam ini. Para ahli Tauhid menyebutnya jism. Ia tersusun dengan bagian-bagian kecil seperti manusia memiliki kepala, tangan dan kaki, dan seperti bumi yang memiliki tanah, air dan penghuni di dalamnya.
Wujud jism ini membutuhkan tempat, dan berada dalam rentetan waktu. Dan jism tersebut memiliki aktivitas layaknya diam, bergerak atau berubah. Allah juga menyertakan sifat-sifat yang menjadi hukum alam pada benda tersebut. Seperti panas, dingin, kuat, lemah dan sifat lain.
Dan wujud zat Allah, suci dari yang perwujudan makhluk. Maka tak layak jika menyebutkan Allah berkaki, bertangan, dan berwajah. Karena secara otomatis akan menyerupai Zat-Nya yang suci dengan sesuatu yang ada di alam ini. Laisa kamistlihi syai-un. Allah tidak menyerupai akan sesuatu pun.
Allah juga bukan sifat. bukanlah kekuatan, bukan cahaya atau terang, bukan juga ketenangan atau kepintaran. Karena semua sifat pada benda adalah ciptaanNya. Kekuatan yang kita miliki adalah anugerah Allah. kepintaran, kebijaksanaan juga karena petunjuk dari Allah SWT.
Sifat makhluk selalu bergantung kepada-Nya. Hari ini kita merasa kuat. namun kuat itu hanya sementara. karena Allah yang menguatkan. Allah bersifat Maha Kuat, itu abadi. segala kekuatan datang dari Allah pemilik sekalian alam.
.
Lalu otak kita membayangkan tentang zat-Nya, apa yang kita temukan ketika membayangkan zat Allah?
.
Hitam, random, kosong. Imaginasi yang kita bayangkan juga makhluk. Atau sesuatu yang berukuran datang ke kepala kita. seperti sesuatu yang besar kecil, luas sempit, tinggi pendek, banyak sedikit.
Sungguh Allah suci dari khayalan dan Allah suci dari ukuran. Sehingga salah besar jika sesuatu yang dalam otak kita, terdapat bayangan, lalu kita yakini bahwa itu Allah.
.
Lalu yang bagaimana juga!!
.
Otak kita merasa kesulitan dalam memikirkannya.
.
Ini lah tanda betapa lemah dan fananya kita sebagai manusia, makhluk Allah. Karena memang tak mampu untuk dipikirkan. Memikirkan bagaimana kita tumbuh, fase hidup, serta memikirkan masalah-masalah saja sering tak mampu. Yang sudah diciptakan saja juga tak mampu. Apalagi tentang zat Allah.
Allah meminta kita untuk memikirkan ciptaanNya. Dan melarang memikirkan tentang zat Allah.
لَيْسَ كَمِثْـلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
(Allah SWT) tiada seperti seumpama 'SESUATU' apa pun dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. Asyuura: 11)
Dialah Allah yang bersifat Ahad. Segala hal di alam ini bergantung pada-Nya. Tidak beranak dan diperanakkan. Tidak ada yang setara denganNya.
Kira-kira, begitulah yang diajarkan oleh Syeikh Abu Hasan Al-Asy’ari Rahimahullah ta’ala, dalam kitab Aqidatun Najin susunan Syeikh Zainal Abidin bin Muhammad Al-Fathani. serta Imam Al-Ghazali dalam bab tauhidnya.
Pemberangkatan Jemaah Haji Lampung Berjalan Lancar, 5.753 Orang Diberangkatkan
Bandar Lampung, lampungkita.id – Proses pemberangkatan jemaah calon haji asal Embarkasi Antara Provinsi Lampung hingga hari ini terus berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif. Berdasarkan laporan harian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, sebanyak 13 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Adapun data pemberangkatan jamaah haji Provinsi Lampung per tanggal 9 Mei 2026…
Jamaah Al Muhdlor di Tulungagung Melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah Hari ini
Tulungagung, CINEWS.ID – Jamaah Pesantren Al Khoiriyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan jamaah Al Muhdlor di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah pada, Sabtu (29/3/2025), lebih awal dari ketetapan pemerintah. Salat Id digelar di Masjid Nur Muhammad yang berada di dalam kompleks Pesantren Al…
Emang Ada Pecinta Maulid Nabi Tapi Ga Rindu Ziarah ke Rasulullah? Anda, bukan?
Emang ada, ya? Pecinta Maulid Nabi yang tidak merindukan ziarah ke Nabi? Mari kita bicarakan kerinduan kita dan bagaimana umroh bisa jadi solusi spiritual dan finansial yang membawa berkah! 🕋✨ #ZiarahNabi #Umroh #MaulidNabi #SafarNabawi bareng @muhzadit
Assalamualaikum, sahabat semua! Apakah Anda seorang pecinta Maulid Nabi? Sudahkah Anda merasakan rindu untuk berziarah ke Nabi Muhammad SAW? Ini saatnya untuk merenung, betapa berharganya perjalanan spiritual ini. Karena Allah sudah antarkan Saudara/i dan Ibu/Bapak ke sini. Ini bukan kebetulan, insya Allah ini adalah tanda bahwa Ibu/Bapak termasuk orang yang terpilih. Orang yang hatinya telah…