Ini pertanyaan hits di kalangan mahasiswa S1 terkhusus bagi yang tingkat akhir.
Dulu aku sering melontarkan pertanyaan seperti ini ke kakak-kakak tingkat akhir. Tujuan awalnya hanya untuk mengetahui kabar kehidupan akademiknya. Hingga pada suatu masa aku melontarkan pertanyaan seperti itu untuk “meledek” salah satu seniorku. Ini jahat wkwk duh maafkan aku ya ka, semoga dilancarkan skripsinya begitupun dengan skripsiku.
Seiring berjalannya waktu, bermunculan meme-meme tentang skripsi, mahasiswa tingkat akhir yang aku temukan di line atau instagram. Aku pernah bertanya-tanya “gimana ya rasanya skripsian?” “apa sesusah itu?” “kok tertekan banget ya dia dengan skripsi atau dosen pembimbingnya?”. Ini waktu masih mahasiswa tahun pertama dan kedua.
Sejak awal 2016 aku mulai merasakan aura-aura skripsi. Program studiku mewajibkan untuk skripsi dan ada mata kuliah wajib penunjang skripsi. Bolak-balik konsultasi terkait tema, topik, judul, susunan pembahasan, cari data skripsi, arsip, buku, revisian, wawancara, dan sebagainya.
Sekarang, aku yang berstatus mahasiswa tingkat akhir pun merasakan gimana rasanya skripsian. Kini pun tak jarang orang-orang di sekitarku melontakan pertanyaan “gimana skripsinya?” “sudah bab berapa?” “gimana dosen pembimbingnya?”. Ternyata tertekan ya dapet pertanyaan seperti itu wkwk. Duh dosa banget ya dulu sering nanya hal seperti ini ke senior.
Dosen yang selalu aku temu untuk konsultasi selalu berpesan di akhir pertemuan kita, “semangat fi, banyakin lagi bacanya, jangan males nulisnya, lebih kritis lagi kalo dapet data”
Siap Mas, saya usahakan untuk lebih giat lagi ngerjain skripsinya.
Rintangan ada untuk dihadapi, bukan untuk dihindari.