Hidup seseorang nggak sesederhana apa yang tergambar dalam status media sosial.
Tidak sebahagia atau sesedih kelihatannya.
Kamu boleh memilih menyembunyikan luka dan tawa dari hingar bingar sosial media, tetapi mereka yang membagikannya juga tidak salah.
Kamu yang nggak suka nyetatus, jangan merasa lebih tinggi dan menilai mereka yang berbagi status adalah orang yang suka pamer dan cari perhatian. Kamu kan nggak tahu apa yang mereka alami dan rasakan, pun kamu juga nggak tahu niat mereka apa, iya kan?
Bisa jadi yang posting bahagia-bahagia sebenarnya sedang berjuang keras menyembunyikan sedihnya.
Bisa jadi juga yang posting sedih-sedih, memang sudah tidak bisa lagi menahan sedihnya sendirian, nggak tahu harus cerita sama siapa.
Kamu yang suka posting-posting ini itu, juga nggak boleh sombong atau merasa paling sedih sendiri dan menilai mereka yang nggak suka posting ini itu berarti hidupnya nggak asik, nggak pernah jalan-jalan (tapi bener sih ini XD) atau hidupnya nggak pernah sedih. They also human, cuma mereka emang suka sembunyi aja dari sosmed.
Pesen aja buat yang suka banget posting di sosial media, jangan lupa pilah-pilah mana yang perlu dibagi dan mana nggak perlu
Pesen juga yang nggak suka posting, kalau emang sedih banget jangan dipendem sendiri, pastikan kamu punya temen cerita, walaupun jumlahnya satu-dua.










