Saya telah selesai. Saya tak akan pernah lagi memperlihatkan seperti apa takutnya kehilanganmu, tangis yang menggugu, mengemis waktu, dan sepenggal kabar yang berharap kamu berikan tak akan lagi kamu saksikan. Saya telah selesai.
—itsbyw
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Bulgaria

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Czechia
seen from Maldives

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Poland

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
Saya telah selesai. Saya tak akan pernah lagi memperlihatkan seperti apa takutnya kehilanganmu, tangis yang menggugu, mengemis waktu, dan sepenggal kabar yang berharap kamu berikan tak akan lagi kamu saksikan. Saya telah selesai.
—itsbyw
Kamu sendiri lupa bagaimana cara menghargai, Namun memintaku tetap disini setelah berkali-kali melukai.
Tidak adil sekali.
-kepergianmu- #selamattinggal #quotebaper #katakataku #puisikita #ceritacinta
Mengalah bukan selalu berarti kalah. Mengalah bisa saja nama lain dari keikhlasan yang menyamar. Terlebih mengalah untuk kebahagiaan orang lain.
dunia akan tetap berjalan meskipun kamu terkapar sekarat
tak apa untuk menangis, meraung seperti hanya kamulah manusia paling menderita
kamu hanya butuh jujur kepada diri sendiri untuk bisa merasa lega
bukan melulu melalui kata-kata, tapi menangis pun menjadi bahasa terakhir betapa letihnya jiwa
—itsbyw
Barangkali kita terlalu memaksa untuk saling mempertahankan di atas segala beda yang selalu menjadi alasan pertengkaran. Setiap terjadi perseteruan kita tidak pernah benar-benar menyelesaikan, hanya saling mengutarakan maaf tanpa membahas apa yang mengganjal dan belajar untuk saling jujur terhadap perasaan satu sama lain.
Mungkin kita merasa semuanya telah rampung oleh kata maaf yang terus digaungkan tanpa penjelasan. Mungkin kita merasa bahwa hal itu adalah persoalan sepele, tak peduli pada komunikasi yang menjadi tiang pondasi sebuah hubungan. Mungkin kita merasa bahwa kita sudah cukup memahami perihal perasaan. Kita terlena oleh kata bertahan tanpa tahu caranya membangun dan memperbaiki.
Sampai ketika kembali terulang, rasanya sudah saling bosan memperdebatkan akhirnya saling mendiamkan ketika ada hati yang kembali terganggu damainya, lalu pulang dengan antusiasme baru seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya.
Sayang, bukankah kita adalah kedua orang yang gagal? Kamu gagal memahami bagaimana caraku ingin dicintai dan aku gagal mengerti bagaimana caramu mencintai
—itsbyw
Aku lelah, Kasih. Harus bertopeng tak peduli padahal jauh di dalam sana kamu lah yang kurindui.
—itsbyw
Bintang Malang
malam nanti, aku akan tidur di matamu
biar kuteguk habis tiap gelisah itu
bila bersedia, mari kunjungi perbatasan temu kita dulu
memastikan bahwa tidak ada jejak asing
menghapusnya dengan kenangan baru
lalu akan kubacakan satu puisi
tentang satu dari sejuta bintang di langit
yang menyimpan sayang pada bulan
tapi Dewa Malam itu terlalu jemawa
tulikan telinga, butakan mata
menepis kehadiran satu bintang malang
di antara kilauan yang teramat cemerlang
katanya, ia sedang mencari yang terbaik
tapi yang dipikir terbaik justru mencekik
"jangan menjadi bulan," kataku
kamu membisu
mundur, dan mengucap perpisahan dengan ragu
—itsbyw