Andai suatu saat nanti kamu diminta untuk pergi dari hidup seseorang, jangan tiba-tiba menghilang begitu aja, jelasin dulu alasannya. Belajarlah untuk jadi manusia yg bertanggung jawab atas segala rasa yg sengaja dibuat ataupun tidak..
seen from China

seen from Switzerland

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Türkiye
seen from China
seen from Portugal

seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from Ireland
seen from Australia
seen from Switzerland

seen from Maldives
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
Andai suatu saat nanti kamu diminta untuk pergi dari hidup seseorang, jangan tiba-tiba menghilang begitu aja, jelasin dulu alasannya. Belajarlah untuk jadi manusia yg bertanggung jawab atas segala rasa yg sengaja dibuat ataupun tidak..
Lisan sebagai Penjaga Diri
Ada pepatah yg mengatakan "Apa yg kamu konsumsi nanti itulah yg menjadikan diri kamu menjadi seperti apa"
Sering kali kata yg kita keluarkan malah merendahkan diri sendiri atas ketidakmampuan karena membandingkan dengan hasil orang lain. Pada nyatanya, input-process-output tiap manusia berbeda-beda.
Ketika manusia memberikan afirmasi positif pada dirinya sendiri sebagai langkah awal penghargaan diri dalam membentenginya, maka ia punya visi dan misi dalam diri untuk menjadi seperti apa dalam memberikan dampak bagi dirinya dan orang sekitarnya. Kalau diri sendiri sudah dihargai maka ia pun dapat dengan mudah memberikan penghargaan secara positif terhadap lingkungannya.
297
Kita kan menemukan yang bisa menghargai diri kita apa adanya, walaupun jumlahnya sedikit tapi ndapapa karena masing-masing dari kita hanya butuh Satu saja.
Belajar dari Cerita.
Merasa malu dan saling menghargai adalah dua sisi plot yang berbeda. Kadangkala sesuatu terjadi, dan seseorang dapat merasa malu karenanya. Adapun pendengar menjadi sisi yang positif vibes, menjadi sosok yang netral.
Bersikaplah biasa. Pada dasarnya sesuatu yang datang dapat pula pergi, dan tinggal sebagai cerita dan kenangan yang hangat di hati.
Aku Ada
Jutaan tanya dalam benak kerap muncul menanyai nurani, "Mengapa aku ada?" ia selalu muncul saat beban-beban berkumpul memenuhi ruang otak dan membuat raga menjadi lelah.
Namun semesta selalu baik, saat itu juga memberikan jawaban atas keraguan-keraguan yang ada. Entah itu berupa hal indah yang membuat tak bisa berkata-kata atau bahasa kerennya takjub, atau berupa perlakuan yang sangat dibutuhkan saat itu juga dari orang sekitar yang berdampak bahagia pada jiwa.
Dan kesadaran selalu datang setelah jawaban diatas hadir. "Ternyata aku punya peran ya, ternyata ada yang melihat dan memperhatikanku ya, ternyata aku harus semangat untuk orang tuaku ya", dan ternyata2 lainnya. Standar sekali memang, namun ini hal klasik yang penting untuk menjaga kewarasan.
Mungkin sedikit terdengar kurang baik, bahwa hal-hal seperti itulah yang banyak menyadarkan tentang arti diri, artinya ada, artinya aku.
Namun ini hanya salah satu memori. Sungguh momen momen bahagia yang Allah hadirkan banyak sekali yang membuat kita sangat berterima kasih pada diri kita sendiri, dan kita sangat menghargai diri.
Tapi, bagiku yang paling berkesan dan menyadarkan adalah momen adanya pelangi setelah badai.
Seperti melihat dunia baru, dan semangat baru, dan lebih mencintai diri setelah momen-momen seperti itu.
Semoga setelah ini apapun tantangan kehidupannya yang akan dilalui, kita selalu sadar untuk mencintai, menghargai, dan memberikan yang terbaik untuk diri sendiri.
Aku adalah aku. Dan semesta mengetahui itu
Terima kasih Allah, Aku Ada
~Faa
Keinget cerita pas ngambil data di dua kelas berbeda. Sebelum masuk kelas nanya dulu kondisi di masing-masing kelas itu ke guru pengampunya.
Kata beliau kelas X jauh lebih cerdas anak-anaknya, dan jauh lebih dewasa ketimbang kelas Y. Aku penasaran, guru itu tau anaknya lebih cerdas dan dewasa darimananya? Karena aku berpandangan bahwa tiap anak itu punya kecerdasannya masing-masing.
Beliau bilang coba masukin aja kelasnya, dan ya kerasa banget bedanya. Setelah itu beliau jelasin gini
"Anak-anak yang cerdas terlihat dari perilakunya, mereka jauh lebih respek terhadap orang lain"
Ah seketika itu juga jadi berkaca, apakah aku udah serespek itu sama orang lain? ya walaupun aku gak cerdas-cerdas amat hehe.
Kamu, sangat mudah kagum dan takjub dengan progress orang lain, sekecil apapun hal yang dilakukan. Apalagi terhadap orang yang dikenal, seakan ingin terus meyakinkan dan mendukung mereka.
Tapi, kapan kamu sendiri benar-benar menghargai progress kecil yang sudah kau lakukan? Jangan pernah meremehkan dirimu sendiri, ya ;)
(27/03/22)
Kamu sendiri lupa bagaimana cara menghargai, Namun memintaku tetap disini setelah berkali-kali melukai.
Tidak adil sekali.