Mr.Right goest to Lombok., featuring tas-nya Mrs.Always Right :D #Trip #Liburan #Kelurga #tjokroatmodjos #Ferry #Jawa #Bali #Lombok #sumbawa (at Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai)

seen from Romania
seen from China

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Israel
seen from United States
seen from China

seen from Macao SAR China
seen from China
seen from Poland
seen from United Arab Emirates
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Russia
Mr.Right goest to Lombok., featuring tas-nya Mrs.Always Right :D #Trip #Liburan #Kelurga #tjokroatmodjos #Ferry #Jawa #Bali #Lombok #sumbawa (at Pelabuhan Penyeberangan Padang Bai)
(via https://www.youtube.com/watch?v=J_AmZZ9lh6M)
Log 3. pass away
kita mungkin engga tau kapan kita, keluarga, saudara dan teman kita bakal meninggal, yg kita tau hanya apa yg kita alami sekarang. sorry agak serius dikit kali ini.
sekitar beberapa hari lalu salah satu om dari papa saya meninggal dunia, mungkin gw sendiri jg belum dekat dengan beliau. karena gw baru kenal dengan beliau mungkin pas masa2 gw sma. tapi dia adalah salah satu om yg bisa gw ajak ngobrol dan selalu nanyain gimana kabar dari gw sendiri. mungkin bisa di bilang om favorit gw. yg gw ga pikir knapa dari sekian banyak om2 gw, harus dia yg meninggal. ya gw tau sih jawabannya, namanya orang meninggal ga ada yg tau kapan.
setelah ditinggal oleh om gw itu, gw mungkin baru tersadar. sepertinya belakangan ini sudah mulai hilang satu persatu kluarga2 gw. dimulai dari eyang gw, lalu 2 tahun lalu tante gw. trus tahun lalu om gw jg. dan tahun ini om gw lagi(ga harus gw jelasin satu2 ini siapa2 jg. agak ribet soalnya). yg paling ngagetin itu pas tante gw meninggal, karena sehari sebelum dia masuk rumah sakit. dia masih ikut diacara kluarga dirumah gw, masih ketawa ketiwi. eh besok nya masuk UGD dan besok nya uda ga ada….
tapi tetep yg paling berkesan itu, ketika kakak gw meninggal… jujur gw ga pernah berpikir bakal di tinggal cepet oleh salah satu member di kluarga gw. setiap tau ada keluarga gw sakit, pasti gw mikir nya. ah nanti jg sembuh jg.. dan kali ini bener2 sembuh, sembuh dari segala penyakit dan ga bakal kena penyakit lagi.. setelah itu gw jadi agak trauma dengan keluarga yg masuk rumah sakit. mungkin gw belagak agak cuek, tp sebenernya gw khawatir dan pengen tau gimana perkembangannya. sebisa mungkin gw berdoa semoga diberikan jalan yg terbaik aja. dari pada nanti ngerepotin keluarga jg kan.
setelah kejadian yg paling baru ini gw jadi berpikir. kalau gw harus menghargai dan memberikan value yg lebih setiap ketemu orang. baik itu keluarga, teman atau cuma relasi. mau itu dalam hal keadaan yg asik2 atau menyebalkan, tetep kita harus appreciate pertemuan kita dengan orang lain itu. karena kita ga tau mungkin aja pertemuan itu adalah pertemuan terakhir kali dengan orang itu, karena kita ga tau kapan kita bakal meninggal. terakhir ketemu om gw yg ini sekitar tahun lalu mungkin, dimana keluarga gw ngajak keluarga kita makan malam bareng. dan kebetulan pacar gw jg ada. jadinya bisa ngobrol2 banyak.
jujur gw ga mau ditinggal oleh salah satu kluarga gw lagi, cuma itu ga mungkin banget. karena cepat atau lambat kita pasti bakal di tinggal oleh orang2 terdekat kita atau pun orang yg kenal cuma bgtu2 aja.
akhir cerita, hargai lah waktu ketika kamu berkumpul dan bertemu dengan tiap orang, karena kita ga tau kalau itu mungkin terakhir kali kita ketemu.
Saya (Tua) vs Mah (Muda)
Lagi-lagi saya terpancing untuk ikut bercerita karena twit seseorang yang saya baca. Twit kali itu yang saya baca tentang orang tersebut dan ibunya, sehingga saya tidak mau kalah dong bercerita tentang saya dan Mah (panggilan saya untuk Ibu.)
Hampir setiap kali bertemu orang yang baru melihat saya kembali (secara saya tidak tinggal dengan Mah) akan mengatakan saya dan dan Mah itu mirip seperti adik dan kakak. WOW! Sudah seharusnya kami mirip, wong saya anaknya Mah, kalau saya anak tetangga Mah baru dipertanyakan. Jadi, ungkapan saya dan Mah seperti kakak beradik itu harusnya menjadi sebuah pujian. Kenapa saya mengatakan “harusnya”? Masalahnya dibalik ungkapan pujian itu ada makna lain yang bisa saya tangkap. Makna lain? maksudnya?
Ungkapan pujian yang dilontarkan oleh orang-orang itu bisa jadi sebuah hina, bisa juga memang menjadi sebuah pujian. Hinaan buat saya dan pujian buat Mah. Kenapa bisa begitu? Karena ungkapan itu bisa jadi menunjukan saya seorang anak yang bermuka tua karena seperti adiknya Mah, artinya itu menghina saya. Dan, menjadi pujian untuk Mah karena Mah awet sehingga disamakan seperti Kakak saya. Padahal saya dan Mah terpaut 30 tahun lebih. Betapa sakitnya perasaan saya bila lagi-lagi orang berkata seperti itu. Namun, saya coba membesarkan hati, bahwa bukan maksud orang tersebut menghina saya, tapi memang memuji Mah yang masih muda dan dekat dengan anaknya.
Jadikan Keluarga Sebagai Tempat Hati Berlabuh, Sakinah, Mawaddah, Warohmah
Jadikan Keluarga Sebagai Tempat Hati Berlabuh, Sakinah, Mawaddah, Warohmah
Sebuah keluarga yang menentramkan menjadi impian bahkan bagi seburuk- buruk manusia. Disanalah dia tercetak menjadi pribadi seperti apa, dan tergambar dengan bagaimana cara dia menghadapi hidup dan kehidupannya selanjutnya. Dan hanya keluarga yang memiliki dan melandaskan segalanya hanya kepada Allah SWT sajalah, yang akhirnya akan menemukan arti sejati dari apa yang disebut dengan kerukunan dan…
View On WordPress