Menikah #2
Setiap anak yang tumbuh mendewasa, lalu memutuskan hendak menikah nanti, pasti yang pertamakali dipelajari adalah rumah tangga orangtua nya. Terlepas itu harmonis atau tidak, bahkan mungkin ada yang broken home, tetap akan menjadi pelajaran yang nyata dirasakan secara langsung oleh si anak, apakah mau ditiru atau tidak nantinya jika sudah berkeluarga. Kita senang dengan didikan ayah dan ibu yang begini, atau mungkin kita tida suka dengan yang seperti itu. Semua kembali pada diri kita yang dianggap sudah dewasa, lalu kita bisa memilih mana yang baik menurut versi Allaah dan kita sukai, untuk kemudian bisa diterapkan dalam rumah tangga. Sebab ilmu parenting itu tidak melulu tentang seberapa banyak kita mengoleksi dan membaca buku parenting, seberapa sering kita hadir dalam kajian pranikah dan parenting, baik sebelum maupun setelah menikah nanti. Tetapi ilmu itu akan lebih banyak dan berkesan ketika kita melihat langsung dan merasakan apa yang terjadi di sekitar kita, menjadi pelajaran yang bermakna.
Maka sebisa mungkin kita berusaha untuk menjadi sebaik baiknya yang mampu membaca dan menyerap hikmah dari setiap kejadian, mau untuk terus belajar meski harus memulainya dari 0, mau cukup hanya mendengar ketika pada saat yang sama lisan kita ingin terus berbicara, cerdas dalam melihat kekurangan diri, serta merendah hati terhadap kelebihan yang kita punya. Di dunya ini tiada yang instan, semua itu dilatih sejak sebelum kita memutuskan menikah. Sehingga setiap kita nantinya mampu menjalani peran sebagai sebaik baiknya pasangan dan orangtua atas izin Allaah.












