Sego Megono
Tau nggak sih kalo dulu itu Pekalongan termasuk kedalam wilayah Mataram atau Jogja sekarang ini. Karna pernah jadi bagian Jogja, makanya nggak heran kalo dari segi budaya ataupun kulinernya sedikit banyak akan identik.
Dan salah satu yang paling terkenal dari Pekalongan adalah kuliner Sego Megono, sego dalam bahasa Indonesia artinya nasi dan megononya terbuat dari nangka muda cacah yang dioseng khas, berasal sejak jaman Diponegoro begitu sih menurut sumber dari sejarah. Sego megono kalo di Pekalongan banyak ditemui di warung-warung dan sudah dianggap biasa, jadi nggak ada yang khusus. Tapi dibeberapa daerah lain, kuliner ini menurutku malah lebih terkenal daripada di daerah asalnya.
Sebagai contoh, Sego Megono Gedung Kuning Jogja ini, walau cuma di pinggiran jalan dan buka malem hari, tapi beberapa kali aku kesana lauk tertentu sudah habis yang berarti laris manis. Karna dari penyajian dan rasanya mantab banget sih. Nasi putih hangat ditambah megono dan beberapa lauk seperti ikan asin, sambal, tahu dan opor ayam kampung. Rasanya memang nikmat dan menarik! Dari segi harga pun seporsi kisaran dari 10-25K tergantung lauk yang dipilih.
Dari sego megono ini, kita jadi tau kalo kadang sesuatu itu bisa aja dianggap biasa di daerah asalnya tapi bisa dicari-cari di daerah lainnya, ehe.












