KENALI MUSUH TERBURUK ANDA
AND I DO NOT ACQUIT MYSELF. INDEED, THE SOUL IS A PERSISTENT ENJOINER OF EVIL, EXCEPT THOSE UPON WHICH MY LORD HAS MERCY. INDEED, MY LORD IS FORGIVING AND MERCIFUL.
The Quran : Chapter 12 Verse 53
Welcome to THE WAY TO ALLAH.
Apa yang akan anda temukan dalam episode ini adalah hati dari perjalanan anda menuju keselamatan.
Mulai dari sekarang anda akan menguak sebuah musuh, yang begitu dekat, yang tidak dapat anda lihat atau dengar, tapi anda bisa merasakan kebenarannya dengan pasti.
Sementara anda berhalusinasi bahwa anda menikmati hidup, ia secara kejam terus menyiksa anda. Ini adalah musuh terburuk anda.
Sekarang anda pasti bertanya-tanya apakah itu.
Nabi Muhammad s.a.w berkata : “Musuh terbesarmu adalah diri sendiri” yang berada di antara kedua sisi anda.
Ya, anda adalah musuh terbesar anda sendiri.
Dengan demikian mengetahui siapa sebenarnya diri andalah yang akan membuat anda dapat mengendalikannya.
Menggapai kemenangan terhadap diri anda sendiri membutuhkan pemahaman mendalam tentang esensi dan keberadaan anda.
Apakah diri manusia?
Diri manusia adalah kombinasi dari wujud fisik dan ruh. Tentunya anda dapat menyadari tubuh fisik anda, tapi apakah anda pernah bertanya apakah sebenarnya ruh anda?
Secara mengejutkan, rahasia dibalik ruh jauh melampaui imajinasi.
Dalam ruh anda terdapat banyak tanda dan misteri dimana kita dapat mengenal Tuhan melaluinya.
Pengetahuan yang dapat kita jangkau tentangnya sangat terbatas. Meski begitu menggunakan sedikit informasi yang kita miliki, cukup untuk menuntun kita kepada cahaya.
Dalam setiap ruh, kebaikan dan kejahatan selalu ada.
Saat hidup, kebaikan dan kejahatan saling bertempur untuk menguasai manusia. Sayangnya, tanpa keinginan kuat untuk memurnikan ruh, kejahatan perlaha akan mendapatkan kekuatan atas tindakan anda, dan mengubah tubuh anda menjadi budak yang melakukan perbuatan salah.
Sangat penting untuk mengakui bahwa ruh yang tidak murni tidak hanya merusak keimanan seseorang, tapi juga orang-orang di sekelilingnya.
Hal ini menjadikan diri anda sebagai musuh terburuk.
Sekarang jelas bagaimana ruh mengendalikan tubuh.
Tapi kemudian apakah anda tidak ingin tahu bagaimana ruh dikendalikan?
Tuhan Yang Mulia memberikan kita kekuatan insting yang dapat kita gunakan untuk tindakan baik atau jahat.
Dua kekuatan utama adalah kemarahan dan nafsu.
KEMARAHAN, diciptakan di dalam diri anda untuk membangun keberanian.
Tapi menyalahgunakan kekuatan ini menuntun kepada dosa melalui kepengecutan dan tindakan irasional yang mencelakaimu dan yang lainnya.
HAWA NAFSU, berhubungan dengan keinginan seksual dan duniawi.
Diciptakan dalam diri anda untuk menjaga spesies kita. Ia juga mendorong anda untuk menginginkan hal-hal yang mendorong anda lebih dekat dengan Tuhan. Menggunakan kekuatan ini dengan bijaksana mengarah pada kepuasan dan kesucian, meski begitu menyalahgunakannya menuntun kepada ketamakan dan kerakusan.
Anda harus bertanya pada diri anda sendiri.
Apakah anda sejatinya dikendalika oleh keberanian? Atau ketakutan?
Apakah hawa nafsu anda mendorong anda lebih dekat kepada Tuhan? Atau apakah ia malah memisahkan anda dari-Nya?
Ketika dikendalikan oleh kekuatan jasmaniah, manusia mulai berperilaku tergantung pada perintah dari jiwa yang jahat. Perilaku refetitif ini mengubah tindakan itu menjadi kebiasaan.
Jika kita merenungkan dosa-dosa yanh dilakukan orang-orang di zaman sekarang, sayangnya kita bisa menyimpulkan bahwa hampir semuanya adalah kecanduan.
Mengetahui musuh anda berarti anda harus menjadi lebih sadar dan waspada tentang perasaan dan emosi anda dalam setiap hal yang anda lakukan, mengenali dengan tepat apa yang mengaktifkan sisi jahat anda.
Mengetahui diri sendiri berarti memahami KEEGOISANNYA, KESOMBONGAN, KEPENGECUTAN, NAFSU, TEMPRAMEN, KEMALASAN, KEKHAWATIRAN.
Mulailah sekarang dengan menganalisis perilaku dan kebiasaan anda.
Tentukan kebiasaan mana yang mengarah pada tujuan anda, dan yang mana yang tidak.
Yakinlah. SELAMA ANDA BERNAFAS, HARAPAN MASIH ADA.
Tidak peduli berapa banyak kebiasaan buruk yang anda lakukan, yakinlah bahwa anda dapat mengikis perintah jahat dan menjadi siapapun yang anda inginkan.
Segala yang diperlukan adalah determinasi untuk terlepas dari kejahatan, dan kemauan untuk merasakan kepedihan.
Jika kita ingin menjadi bebas, kita harus membayar harga kebebasan.
AND [BY] THE SOUL AND HE WHO PROPORTIONED IT
AND INSPIRED IT [WITH DISCERNMENT OF] ITS WICKEDNESS AND ITS RIGHTEOUSNESS,
HE HAS SUCCEEDED WHO PURIFIEST IT,
AND HE HAS FAILED WHO INSTILLS IT [WITH CORRUPTION].
The Quran : Chapter 91 Verse 7-10