Komunitas Literasi Dogiyai Maju Awali Tahun 2026 dengan Pengadaan Buku Kritis dan Literasi.
Dogiyai, Papua Tengah — Komunitas Literasi Dogiyai Maju mengawali tahun 2026 dengan langkah nyata memperkuat gerakan literasi melalui pengadaan buku bacaan bermutu. Pada Jumat, 02 Januari 2026, pukul 08.00 WIT, dua buku pesanan tiba dan diantar langsung oleh PUGIWO SHOP melalui Kakak Sellyn di Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
Dua buku yang diterima tersebut berjudul “Paulo Freire – Pendidikan Kaum Tertindas” dan “Seni Menguasai Lawan Bicara: Bagaimana Memengaruhi dan Menaklukkan Orang Lain Tanpa Intimidasi” karya William Andromeda. Buku-buku ini dinilai sangat relevan untuk pelajar, mahasiswa, serta seluruh lapisan masyarakat dalam membangun kesadaran kritis dan kemampuan komunikasi.
Buku pertama, Paulo Freire – Pendidikan Kaum Tertindas, mengulas kritik tajam terhadap sistem pendidikan gaya “bank” yang menempatkan peserta didik sebagai objek pasif. Paulo Freire melihat bagaimana kelompok kuat sering merendahkan masyarakat lemah melalui cara-cara halus namun menindas. Sebagai alternatif, ia menawarkan konsep pendidikan hadap masalah yang bersifat dialogis dan membebaskan. Metodologi ini terbukti membantu masyarakat miskin dan buta huruf di berbagai belahan dunia untuk bangkit melalui pendidikan yang memanusiakan manusia.
Sementara itu, buku kedua, Seni Menguasai Lawan Bicara, membahas strategi komunikasi efektif tanpa intimidasi. Buku ini menekankan pentingnya kemampuan mengelola percakapan, menyeimbangkan argumen, serta menguasai topik diskusi dalam berbagai situasi komunikasi, baik formal maupun informal. Melalui pendekatan persuasif, pembaca diajak untuk tidak sekadar menjadi pendengar, tetapi mampu mengarahkan dialog secara cerdas dan beretika.
Salah satu kutipan yang menjadi refleksi dalam buku tersebut berbunyi:
“Orang bijak berbicara karena ada sesuatu untuk dikatakan; orang bodoh berbicara karena mereka harus mengatakan sesuatu.”
Komunitas Literasi Dogiyai Maju menegaskan bahwa dua buku ini sangat penting untuk dikuasai dan dibaca oleh pelajar, mahasiswa, dan seluruh kalangan, sebagai bekal membangun daya kritis, kesadaran sosial, serta kemampuan berkomunikasi yang sehat.
Pengadaan buku ini juga menjadi penanda bahwa Komunitas Literasi Dogiyai Maju telah memasuki tahun ketiga pergerakan literasi. Sejak awal berdiri, komunitas ini secara konsisten menjalankan kegiatan lapak baca keliling di kampung-kampung, meski belum memiliki perpustakaan permanen.
“Ini awal tahun 2026, hari kedua kami sudah membeli buku untuk memperkuat gerakan literasi. Kami akan terus berjalan dari kampung ke kampung demi menyelamatkan generasi Dogiyai melalui literasi. Kami percaya, inilah salah satu jalan utama bagi masa depan generasi Papua, khususnya generasi Dogiyai,” ungkap penggerak komunitas.
Komunitas Literasi Dogiyai Maju berharap, di tahun baru ini semakin banyak anak-anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang datang ke lapak baca untuk belajar membaca, menulis, dan menghitung. Setiap langkah kecil diyakini sebagai jejak penting dalam perjalanan panjang membangun peradaban literasi di Dogiyai.
Hari kedua, Salah satu jejak dari sekian jejak.
Salam Literasi 🖊️📖📚








