“Kalian tidak pernah menyenangkan. Tapi saya pandai melebur.”
— cerminusang

seen from United States
seen from Japan
seen from China

seen from Singapore

seen from T1

seen from France

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from France
seen from China
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Vietnam
seen from China
seen from T1
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Australia
“Kalian tidak pernah menyenangkan. Tapi saya pandai melebur.”
— cerminusang
Kita ini cuma seonggok kesepian yang lalu lalang di antara riuhnya dunia. Saling mencari kesepian lain untuk menciptakan keramaian. Maka hidup tinggal pilihan. Mengutuki kesepian ini sendiri hingga lebur jadi kehampaan ataukah menjelma menjadi siulan kecil manis yang mengalun bersama angin?
Jika kau hidup, maka hidup lah penuh manfaat
Aku selalu ada
View On WordPress
Ranperda Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali Lebur 5 Peraturan
Ranperda Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali Lebur 5 Peraturan
[ad_1]
Suasana pembahasan Ranperda Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali. (BP/dar) DENPASAR, BagusBaliBus.com – Pembentukan Ranperda Tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali ternyata mengarah kepada Omnibus Law sejumlah peraturan daerah tentang Kepariwisataan di Provinsi Bali. Ada lima peraturan mengenai kepariwisataan di Bali, yakni empat perda dan satu pergub.
Diantaranya,…
View On WordPress
Epitaf
Ada yang berhamburan di antara puisi, di antara sepi yang kerap mencacah, di antara kalimat-kalimat gelisah yang tak pernah menjadi kisah. Lalu mimpi dan kabut saling menyahut dalam rayu redup rindu surut.
“Di sudut sini tak ada kau, yang kutemukan hanya ribuan epitaf kosong, yang tak satu pun mengukir namamu.”
Aku datang, tetapi kau malah berlayar dalam kepiluan yang derasnya lebih gaduh dari hujan. Rupanya, angkuhmu mahir menyisir alasan yang semestinya disisihkan. Seperti beberapa ucapan yang mudah berubah, sebab galah lebih dahulu ragu untuk kau-aku gunakan melaju.
“Aku tak ragu, namun menunggu. Bisa kau pahami itu? Tampaknya angin perlu sedikit dijahit, agar menawan seperti jaring nelayan. Tetapi kau malah menghindar, lebih senang mengisahkan aroma kekosongan yang rajin berlarian. Rupanya, ada yang hilang dari waktu; kau dan pelukan itu.”
Barangkali nanti, laju perahu akan berhenti, pada dermaga yang sedang berjuang melawan dahaga. Salah satu dari kita mungkin akan tertambat, salah satu dari kita mungkin hanya mengingat-ingat. Kau akan belajar melupakan atau mungkin aku yang akan dihajar penyesalan.
“Mungkin rindu terlalu payah, mungkin luka sebaiknya kubiarkan nganga. Kisah kita hanyalah musim yang berguguran di antara tahun, dimana waktu akan kering, namun ingatan tetap basah; kau-aku serupa gerimis, yang saling mengais sisa-sisa tangis.”
Solo - Bojonegoro, November 2015
@narasibulanmerah & @rintikkecil
"Selamat pagi sepi.. Yang seketika meleburkan isi hati... " 22/09/2015
Izinkan aku meleburkan isi kepalamu yang terlalu keras. Lalu mencair dan mengalirlah bersama peka.
Dalam hikayat paling cinta, aku dan kamu dua yang melebur lalu bersatu. Tiada luka, hanya bahagia.