Standar dunia yang terus meningkat, membuat standar bahagiapun ikut meningkat.
Padahal sumber bahagia bukan terletak pada barang. Karena yang namanya barang, akan terus terbaharui hingga tidak ada habisnya.
seen from Switzerland
seen from United States
seen from China
seen from South Korea

seen from Belarus
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from Thailand
seen from Australia
seen from Kuwait

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from China

seen from China
seen from Thailand

seen from Malaysia

seen from Egypt

seen from United Kingdom
Standar dunia yang terus meningkat, membuat standar bahagiapun ikut meningkat.
Padahal sumber bahagia bukan terletak pada barang. Karena yang namanya barang, akan terus terbaharui hingga tidak ada habisnya.
Le sserafim UNFORGIVEN JP photocard Standar ver
Non so se è Tumblr a prendere a caso immagini o è qualcuno che le segnala, nel caso fatevi una vita, che frustrazione! come ho già detto altre volte, con tutta la merda che gira qui...
un utero mi segnalate! 🙄
Ketika kita mengerjakan sesuatu setengah-setengah. Itu artinya kita sedang melakukan penghinaan terhadap orang yang mempercayakan itu kepada kita.
Kita lakukan yang terbaik bukan karna mereka. Tapi karena kita memiliki standar.
Itulah integritas.
Surat Kecil untuk Kebesaran
Teruntuk masyarakat negeri ini yang kuharap selalu sehat dan semakin cerdas.
Gue bingung deh sama masyarakat 'zaman now' yang makin kesini mulutnya makin elastis, dan jarinya makin ramping buat sinis.
Komen di berbagai media yang sifatnya sekedar nyinyir, menebar kebencian, dan gak ada rangka memberikan saran baik serta membangun.
Dear people,
Kalian hanya bisa memberikan komentar pedas ke pejabat-pejabat tinggi. Terus memberikan kata-kata kasar. Apa gak ada yang lebih bermanfaat lagi?
Walau sedikit do'a aja. Kalau perlu yang banyak.
Kenapa kita gak kerja sama aja dengan pemerintah yaitu dengan memperbaiki diri kita menjadi masyarakat berbudi dan berakhlak.
Buat kalian yang suka nyinyirin mereka yang melakukan kesalahan, apa kalian udah lebih baik dari mereka?
Cobalah berpikiran terbuka dan objektif. Letakan dirimu seolah sebagai mereka yang dikelilingi harta dan kewajiban. Berbagai beban lalu diimingi cara instan.
Itu memang pilihan mereka menjadi politikus dan terjun di kursi kepemimpinan.
Gue bukannya mau mewajari, sama sekali enggak.
Gue tau mereka salah, tapi cuma nyinyir apa menyelesaikan persoalan?
Mereka yang menjadi petinggi nyatanya orang cerdas. Mereka tau konsekuensinya, walau akhirnya mereka tetap melanjutkan itu.
Disini bisa dilihat, kalau yang diperlukan sesungguhnya itu kejujuran, yang menjadi bagian dari akhlak.
Orang-orang yang cerdas dan berakhlak gak mungkin punya hobi nyerang dan nyinyir via sosmed.
Teruntuknya masyarakat Indonesia, yang hobinya komenin dan marah-marah untuk para pemimpin di negara ini.
Nyatanya masalah di Indonesia udah kronis.
Kalau kerjanya kalian menuntut sama mereka, gak akan ada cukupnya.
Buat kamu yang merasa kinerja presiden, para gubernur dan wakilnya dan pemimpin lainnha gak menunjukkan apa-apa.
Ekhem. Memang kamu yakin bisa menggantikan?
Dua orang memperbaiki jutaan manusia serta memaksimalkan sarana dan prasarana, hahahaha.
Tapi yang berusaha diberi pelayan terbaik masih teka dan gak puas. Yaudah, Lo gak bakal merasa puas kalau bergantung dari orang lain. Lo yg tau diri Lo sendiri, bahagiakan diri Lo ajalah.
Gimana negara kita mau maju kalau masyarakat masih ngandelin pemerintah.
Mereka bukan babu woy.
Lo yang hidup buat diri Lo sendiri.
Hidup tuh simpel.
Jangan jahat kalau gak mau dijahatin.
Jangan nyinyir kalau gak mau dinyinyirin.
Jangan teka kalau gak mau disleding.
#begojangandipelihara
Ingat, kemajuan Indonesia yanh dilihat dari masyarakatnya gak akan berubah kalau masyarakat gak bisa merubah diri.
Cuma diri kita yang bisa memperbaiki diri sendiri.
So, stoplah buat nuntut. Buktiin kalau Lo bisa ngasih yang terbaik untuk dapat yang terbaik.
Termasuk, jangan buang sampah seenak dewek kalau gak mau banjir. Jangan serobot jalanan kalau mau teratur.
Gue cuma menyampaikan apa yang gue pikirkan atas negara ini, khususnya ibukota. Gue menerima kalau pemikiran kalian lain. Gue nerima kalau ada yang perlu diperbaiki jika gue salah, tapi sorry, Gue gak nerima debat.
Perdebatan hanya berisi orang-orang yang merasa paling benar dan mencari-cari pembenaran.
Gue Nisa, siswi akuntansi yang tengah menimba ilmu di sebuah perusahaan BUMN, dan bertempat tinggal di sebuah tempat yang mana kemacetan sudah menjadi kewajaran.
Jkt, 09 Feb 2018
TERTINGGAL ...
Ternyata banyak juga yang sudah sukses, padahal umur setara. Seperti punya barang mahal di sekujur tubuh, bahkan mobilnya pun seharga rumah.
Sehingga memukau mata, dan menjadi standar tinggi manusia. Membuat kita iri, dan bertanya - tanya, kenapa bisa tidak sama dalam pencapaian.
Atau mungkin ...
Kita yang sudah terlalu terpengaruhi oleh citra media, sehingga mendikte bahwa kesuksesan hanya terletak pada uang dan barang.
Padahal kalau kita mau melihat lebih rendah, kita akan sadar, bahwa ada mereka yang jauh lebih pantas kita pandang,
Mereka yang hanya memakai atribut sederhana dan apa adanya, tapi ia bisa menebar kebaikan pada dunia.
Mereka yang tak punya apa - apa, tapi ia sering menebar manfaat pada banyak orang.
Maka, inilah saatnya melihat kembali perjalanan hidup kita.
Bisa saja, ada pencapaian pada hal - hal yang sederhana, tapi kita tidak menyadari dan mengakuinya.
Le sserafim FEARLESS JP photocard standar version