Gempa Surga Rumah Tangga Keasinan Cinta
"Aduh, aduh,", "Rupanya banyak surga rumah tangga yang sedang mengalami gempa bumi."
"Begini,", "Dulu, aku pernah punya tetangga. Setiap hari, ia mengeluh tentang anjingnya yang berisik. 'Aku ingin anjing ini pergi!' katanya. Lalu, anjing itu hilang. Beberapa hari kemudian, ia kembali mengeluh, 'Rumahku sepi sekali tanpa anjing itu.'
Begitulah manusia, selalu menginginkan yang tidak ada, dan merindukan yang sudah tiada."
"Apakah kalian ingin bercerai?"
"Bagus. Tetapi izinkan aku bertanya, apa yang akan kalian lakukan setelahnya? Apakah kamu akan menemukan istri lain yang tidak cerewet? Apakah kamu akan menemukan suami lain yang rajin bekerja, namun mungkin tak punya waktu untukmu sama sekali?"
"Perceraian itu seperti melepaskan seekor burung dari sangkar. Mungkin burung itu senang bisa terbang bebas, tapi ia juga harus mencari makan sendiri, membangun sarang baru, dan menghadapi badai sendirian. Terkadang, sangkar yang sempit itu justru memberinya makan dan perlindungan."
"Ingatlah,", "Cinta itu seperti masakan. Kadang keasinan, kadang kemanisan, dan kadang-kadang gosong. Tapi kalau dibuang, rugi kan? Lebih baik diberi bumbu lagi, diaduk-aduk lagi sampai rasanya pas. Siapa tahu, bumbu pertengkaran itu justru yang membuat cinta kalian semakin gurih dan lezat di kemudian hari!"
"Ah, hidup ini memang panggung sandiwara yang tak pernah sepi dari skenario Tuhan"