Mencoba |Berlari| /Terus |Melangkah|
Aku kura-kura kecil yang suka mencoba
Biasanya aku mencoba untuk berlari
Berlari..
Entah berlari karena takut
Ataupun berlari karena ingin menggapai sesuatu
Aku sering kali melangkah
Melangkah menjalani hidup tanpa peduli sekitarku
Tenggelam dalam lautan pikiranku
Menutup diri dari suara-suara yang seakan mencoba meraihku
Kadang ku bertanya,
"Apa yang aku inginkan dari hidup ini?"
Kadang muncul bisikan di pikiranku,
"Aku tidak ingin apa-apa"
Spontan aku kembali bertanya,
"Kenapa?"
Spontan pikiranku menjawab,
"Tidak apa-apa"
Diriku merespon dengan sedihnya
"Aku tidak mengerti"
Pikir ku menimpali
"Tidak perlu dipaksakan,
Kau hanya perlu terus melangkah,
Meski tak tahu pilihan arah"
Diriku terdiam..
Tanpa ku sadari sebuah kata terucap
"Baiklah"
Dan seperti itulah diriku,
Seekor kura-kura yang terus melangkah
Di dunia hampa tanpa arah
Itulah duniaku
Dunia yang kulihat dari kedua kacamataku
Ya setidaknya itu pilihan mudah yang bisa ku pilih
Setidaknya sampai aku menemukan suatu hal yang ingin aku raih
Mencari dan mencari,
Lembar demi lembar pun terlewati
Lembaran kisah yang terukir jauh di memori
Kian menumpuk tanpa tahu arti hidup ini
Pertanyaan baru pun terbisik di pikiranku
"Apa yang sebenarnya kau cari?"
"Kebahagiaan" jawabku
"Mengapa kau mencarinya?" Pikirku bertanya
"Karna sesuatu itu bisa memberikan arti di hidup ini", hatiku menjawab
"Setidaknya hal itu yang ku yakini", diriku menambahkan
"Sudahkah kau menemukannya?"
"Belum"
"Akankah kau menemukannya?"
"Ya"
"Mengapa begitu?"
"Karna kepercayaan itu yang memberi ku harapan,
Harapan untuk terus melanjutkan perjalanan panjang ini."
Hari demi hari,
Minggu demi minggu,
Bulan demi bulan,
Tahun demi tahun,
Semua berlalu tanpa ku sadari
Meninggalkan lembaran penuh tanpa arti
Lelah? Kata itu sudah tertimbun jauh di ingatanku
Menyerah? Sudah terlalu terlambat untuk memilih pilihan itu
Hanya sebuah harapan yang menjadi penggerak dalam setiap langkahku
Gagal? Berkali-kali aku merasakan hal itu
Jatuh? Sudah menjadi hal biasa dalam keseharianku
Hingga "bangun" menjadi perintah otomatis yang tertanam dalam sistem sarafku
Sampai akhirnya..
Aku berhenti.
Harapanku mulai pudar
Bisikan-bisikan jahat kembali menghantuiku
Menyerangku di saat tidak ada yang bisa melindungiku
"Sudah puaskah dirimu?,
Puas mencari sesuatu yang tidak mungkin kau raih?"
"Belum..,
Aku masih belum menemukannya,
Oleh karnanya ku belum boleh berhenti"
"Apakah kau yakin,
Harapan itu benar-benar ada?
Bukankah itu hanya alasan yang kau buat tuk membohongi dirimu?
Supaya kau tidak lari mengutuk hidup ini?"
"Mungkin saja,
Mungkin itu hanya sebuah kebohongan,
Tapi kebohongan itu setidaknya memberi bukti perjalananku ini,
Membuatku terus melangkah, hingga lembaran terakhir selesai dilalui."
Bisikan itupun mulai pergi,
Memudar bersama harapan yang ku pegang teguh ini,
Akupun bertanya, "Apakah ini akhir?"
Seketika beban memenuhi kepalaku,
Memaksa diriku tertunduk tuk mengakhiri perjalanan ini
Mataku pun mulai ikut terbebani,
Mengaburkan pandangan hingga hitam memenuhi
Duniapun mulai terlihat sunyi
Membuat setetes air jatuh membasahi bumi
Perlahan lelah terangkat dari tubuh ini
Meninggalkan kata "Selesai" pada lembar akhir di perjalananku ini
Sesuatu seakan menyapaku,
Dunia yang hitam sunyi perlahan tenggelam dalam senyumnya
Senyuman hangat yang seketika membuat duniaku berwarna
Senyuman yang membuatku terheran karnanya
Dalam hati, aku bertanya
"Ada apa dengannya?"
"Mengapa dirinya bisa memberikan senyuman seperti itu?"
"Sebuah senyuman yang memberi kehangatan sekaligus kesedihan"
"Sebuah senyuman yang terbentuk akan ketulusan dan kesendirian"
"Sebuah senyuman yang seakan memberi harapan"
"Bukan untukku, tapi mungkin untuk dirinya"
Tanpa kusadari wajahku tergerak
Membentuk senyuman kecil sebagai balasan untuknya
Dan sebagai balasan untukku seakan berkata,
"Akhirnya aku menemukannya."
Hari demi hari,
Minggu demi minggu,
Bulan demi bulan,
Tahun demi tahun,
Tanpa ku sadari semua itu terlewati
Sampai suatu ketika dirinya bertanya kepadaku,
"Apa yang membuatmu terus berjuang sampat saat ini?"
Di dalam hatiku spontan menjawab,
"Ada sesuatu yang harus ku raih"
"Ada sesuatu yang memberi hidupku arti"
"Ada sesuatu yang memberi lembaran-lembaran baru pada perjalananku ini"
"Ada sesuatu yang membuatku terus memperbaiki diri"
"Ada sesuatu yang mengajari ku arti bahagia"
Dan sebuah kata terucap mewakili seluruh jawaban hati ini,
"Dirimu".. jawabku.
Inilah duniaku,
Dunia ku lihat dari kedua kacamataku.