If you're looking for a good, loyal translation of Rumi this version by Jawid Mojaddedi is fantastic!
seen from China

seen from Saudi Arabia

seen from Canada

seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Saudi Arabia

seen from Saudi Arabia
seen from United Kingdom
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Yemen
seen from United States
seen from Portugal
If you're looking for a good, loyal translation of Rumi this version by Jawid Mojaddedi is fantastic!
________ Cintaku pada-Nya adalah hakikat jiwaku. Hidupku adalah gelora yang selalu merindukan-Nya. Aku hidup seperti seorang gipsi pengembara, aku tak pernah menetap di tempat yang sama, namun setiap malam aku selalu bernyanyi dan menari ditemani bintang-bintang di bawah langit yang sama. (Ini akan menjadi video terakhir yang saya buat tentang Rummi, besok saya akan coba membuat Video dari tokoh lain, saya belum tahu buku apa yang akan saya baca) Terimakasih!!! #masnawi #fihimafihi #celaleddinrumi #biemco (di Basecamp Banten Muda)
______________ "Firman Tuhan" Jika kau mendefinisikan dan membatasi “Aku” dengan berbagai konsepmu, maka kau akan kelaparan dengan dirimu sendiri. . . . Lalu “Aku” pun akan jatuh ke dalam suatu kotak yang terbuat dari kata-kata, dan kotak itu adalah peti mayatmu sendiri. #jalaluddinrummi #celaleddinrumi #god #masnawi #fihimafihi #biemco
Percakapan
Suatu pertemuan, perbincangan absurd hingga serius bukanlah tentang kata-kata. Hermeneutika mengajarkan bahwa ada makna dibalik setiap teks, percakapan adalah teks-teks dalam suatu diskursus mengenai realitas. Makna yang ada di belakang kata-kata itulah yang membuat kita jadi manusia. Sebab tanpa arti, buat apa dunia ini dihidupi? Percakapan dengan kawan adalah salah satu momen sederhana penuh makna. Bukan hanya tentang keresahan, ketakutan dan harapan, namun juga tentang cinta. Cinta tak sekedar perasaan meluap-luap itu. Ia adalah dunia itu sendiri. Begitulah ajaran Rumi dan Syams Tabrizi. Baik kita berada di tengah-tengah gelombang asmara atau di pinggirannya, merindu dalam sepi eksistensi. Percakapan dengan yang dicintai membukakan pintu bagiku mengenai pengetahuan hakiki. Ya, selama ini aku terlalu mengandalkan rasionalitas dan menganggap kebenaran adalah apa yang dapat dicapai oleh akal. Tapi, percakapan singkat itu menyadarkanku mengenai masalah pengetahuan tadi. Ketika objek dan subjek pengetahuan tak dikenali lagi. Ya, pencinta dan yang dicinta lenyap dalam cinta itu sendiri. "Biarkan penyeru dan yang diseru musnah dalam seruan". Jadi tentang percakapan kita bisa belajar banyak hal. Tentang kebenaran, hikmah-hikmah dan proses pencarian melebur bersama Sang Ada. Tapi kapankah percakapan tadi berubah menjadi kesunyian dan kefanaan total sehingga kita tak perlu lagi kata-kata untuk saling mengerti? Aku tak tahu pasti sebab cinta tak mengenal harap dan takut. "Cinta adalah obat bagi luka yang diakibatkannya sendiri" begitu yang kita pelajari dari percakapan Layla dan Majnun. Kapan-kapan kita bercakap lagi kawan dan kekasih. Aku tak peduli lagi tentang harap dan takut. Sebab aku kini telah menjadi Masnawi, aku adalah wujud syair-syair melankolis sufistik itu. Aku tak ada lagi, segala sesuatunya adalah percakapan tentang Kekasih,,,
Rekomendasi untuk mu.. Kisah cinta terbesar dalam khazanah sastra Islam. Menginspirasi #Shakespeare menulis #RomeoAndJuliet Menginspirasi #Rumi saat menulis #Masnawi dan #DiwaniSyamsiTabriz Menentukan perkembangan sastra Arab, Barat, India, Nusantara #LaylaMajnun #Epic #Love #NizamiGanjavi #PengantinSurga #Book #Buku #Sastra #Literature