Janganlah risau Ayah...
Kolaborasi @sebarisjejak x @ayuriskiyana
Bogor - Malang (waktu setempat), 12 April 2019

seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from China

seen from Canada

seen from Brazil

seen from China
seen from United States
seen from France

seen from Sweden
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from United States
seen from Belarus
seen from Russia
Janganlah risau Ayah...
Kolaborasi @sebarisjejak x @ayuriskiyana
Bogor - Malang (waktu setempat), 12 April 2019
Tak Mengenal Batas
Raga kita pernah berjauhan
Tapi bukan sengaja dipisahkan
Hati kita pernah saling melukai
Tapi bukan sengaja dilukai
.
Rasa kita pernah diasingkan
Tapi bukan untuk dihancurkan
Jiwa kita pernah saling melumpuh
Tapi tidak untuk dibunuh
.
Coba tanya mengapa cinta menghampiriku?
Atau mengapa cinta menghampirimu?
Namun, tak pernah kutemukan jawabannya
Sebab bersamamu, arah selalu punya tujuan
.
Jika kau masih mencari
Hatimu masih saja tak pasti
Aku tak apa, aku tak berharap balas
Karena cintaku tak mengenal batas
.
.
Malang, 16 April 2019
Ayu Riskiyana T. Karimah.
Sebuah Temu
Suatu hari di ruang malam Dinding-dinding tersamar oleh terangnya bintang Kita duduk, berdua saling menatap Membungkam, namun hati riuh berbicara
Dulu, sebelum malam mencipta ruang, langit terasa membiru Begitupula senja yang hendak tenggelam Ia teduh, meski jingga di ambang karam Kepada malam, kita menitip pesan, agar lekat tak mempunyai sekat
Detik demi detik menjahit dirinya sendiri Sesak atas harapan panjang perlahan-lahan terurai Membawa pada sebuah titik di mana hati menambatkan jangkarnya Penantian di tepian dermaga kini berakhir tanpa air mata
Alam semesta saling berkonspirasi Menciptakan temu agar kita menjadi utuh Terimakasih, sebab kini tak lagi ragu Kau dan aku menetap jadi satu
Malang – Yogyakarta, 17 April 2019 Kolaborasi Puisi antara Ayu Riskiyana T. Karimah dan Nefia A. Prasasti @ayuriskiyana x @butiranhujan
_ Gambar ini diambil sesaat sebelum memutuskan akan memposting, caption yang ditulis juga lebih layak disebut curahan hati seorang remaja labil daripada dongeng apalagi puisi. Menyoal gelap. Kemarin atau entah tepatnya kapan. Aku menemui titik jenuhku. Merasa terjebak dalam stagnan hidup yang begitu itu saja. Tidak tahu mau apa? Dengan siapa? Kapan? Ngapain? Sampai di sini, paham? Terlalu banyak mendengar. Hei, gelap tidak cocok dengan kebisingan. Jangan teriak-teriak agar seseorang menyahut, percayalah itu tidak akan banyak membantu. Namanya juga gelap, kau tidak akan sejeli itu membedakan mana nyata mana halusinasi. Bisa tenang sejenak? Santai sedikit. Tarik nafas yang dalam. Selonjoran. Susun strategi cukup dalam kepalamu sendiri jangan tumpah dengan memuntahkannya, semual apapun. Hingga kau sadar satu hal Tuhan menciptakan gelap dalam hidupmu untuk memberi kesempatan agar kau menjadi cahaya. Ya sinar itu, di sana. Di dirimu, hanya kau terlalu naif untuk menyadarinya. @kelaspuisi @narasibulanmerah @irayukii #kelaspuisi #mengunjunginovember #harlah3 #harike27 #gelap #mempuisikan #hanumsdkn https://www.instagram.com/p/Bqr6bF7AN1b/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1bafs2sumk7u7
Untuk Ivana @mempuisikan.
dan Ivana lainnya…
Hutang kerinduan pada yang telah pergi, hanya mampu dilunasi oleh ikhlas dan do'a-do'a baik yang senantiasa mengudara tanpa peduli masa; tanpa peduli lagi dia di mana, ataukah kini sudah menjadi apa: kenangan atau masih membundar di dalam serut-serut harapan.
Tidak selamanya meninggalkan artinya kehilangan kasih sayang. Tentu saja, masih penuh cinta di dadanya. Namun, kita malang jika sudah berhadapan dengan waktu yang habis. Kita akan tidak berdaya bila berhadapan dengan jalan cerita yang sudah sempurna ditulis Sang Kuasa untuk kita sejak semula.
Hanya, selama berserah dan memercayai, Dia sedia menjamin, bahwa kita akan mampu melewati badai ciptaan-Nya dan mensyukuri satu langkah ke belakang yang sudah kita tapaki.
Keabadian tengah menunggu ruh. Sedihnya, ia sekaligus meninggalkan luka dan ketakrelaan yang jelas-jelas utuh. Ia perlu kita yang tangguh! Karenanya Ivana, mari kita berdo'a… Tiada yang lebih menangguhkan kecuali do'a-do'a.
BARA
Tatapmu teduh bak senja kesuma,
Sederhana tapi justru memesona.
Ku kira memandangimu bisa selamanya,
Tapi ternyata ku lupa; jinggamu akan sirna.
Caramu mencinta terlalu indah dalam memberi makna,
Selalu kau hadirkan rasa untuk iringi sebuah lara.
Mungkin maksudmu agar aku tak merasa luka,
Namun entah mengapa justru pedih adanya.
Terkadang sedikit kelegaan, ku jadikan sebuah asa,
Ketika bayangmu masih dapat ku sapa,
Walau bukan dalam kebersamaan yang nyata.
-bara, setidaknya kau menyadarkanku satu hal tentang mengulang kejadian dimasa lalu, bukan untuk mengenang perpisahan; untuk menyadari bahwa tak semua kenangan bisa untuk digenggam melainkan hanya bisa untuk dikenang.
-bmdp-
Senja dan Kehilangan
Senja mengajarkan arti kesetiaan
Hingga jingganya lenyap
Membawa serta dirimu, hilang
Dan menjabarkan arti ketiadaan
Senja mengajarkan apa arti pulang
Saat temaram menggugurkanmu dalam persaingan
Lalu senja hadir sebagai ketenangan
Dan peluk yang tak berkesudahan
.
Senja mengajarkan arti hidup sederhana
Tentang Ikhlas dan kerelaan
Pada rangkaian jingga yang…
View On WordPress
Kehilangan Senja
".. Namun, pada akhirnya kau pergi dengan segala keindahan itu.." - Dinur Maulana Pradipta.
Aku rasa, aku jatuh cinta.
Aku jatuh cinta kepada cahaya itu,
Aku jatuh cinta kepada kehangatan itu,
Namun, entah apa yang membuatku terus merasa, jika sesuatu yang begitu indah akan cepat berlalu tanpa kita sadari?
Laiknya senja, kau pun sama, begitu adanya.
Kau terus membuatku jatuh cinta,
Kau terus membuatku merasa hangat ketika di dekatmu,
Namun,
Pada akhirnya kau…
View On WordPress