Bermacam-macam permintaan seorang Ibu, dari mulai potong kuku, bangun pagi, sarapan, jangan telat makan, jangan tidur terlalu larut, kerja yang rajin, cepat nikah, mau punya cucu.
Ibu saya hanya sampai ditahap meminta untuk segera pulang dan jangan jauh-jauh lagi. Bukan untuk dinikahkan, tapi kata Ibu, kamar sudah lama kosong ditinggalkan anak gadisnya, dinding-dinding sudah memeluk hampa udara, gorden yang tertiup pentilasi jendela tidak ada yang membetulkan.
Kadang ia risih pada bisikan lain dalam dirinya, "Anak saya di mana? Sedang apa? Sehat tidak? Sudah makan belum?" --- Dalam benak saya hanya uang, pendidikan, karir. Dalam benak ibu sebatas siang ada yang bantu di dapur dan malam ada teman curhat di ruang tamu. Sesederhana itu.
Hei, kamu!
Sudahkah kamu bertanya, apa yang sebenarnya diinginkan oleh ibumu? Atau sama sepertiku, kau hanya menebak-nebak sehingga berpikir bahwa kalian memiliki keinginan yang sama padahal belum tentu.
Ibumu rindu, katanya.















