Sebuah pertanyaan singkat yang rasanya memanaskan telingaku, menekan hatiku dan memenuhi pikiranku.Astaghfirullah,, ,,,
Bagaimana tidak, dari berbagai pihak orang tua, saudara, tetangga, teman. Ya,, ,,mungkin karena aku wanita. Dan mungkin banyak juga wanita berumur di luar sana yang juga mengalami hal seperti aku. Tapi apa mereka berhak menekanku, kadang dgn sindiran, kadang secara langsung. Awalnya aku biasa, tapi setelah umurku bertambah setiap tahunnya pun aku mulai resah dan risih, kadang pun aku merasa tertekan.
Keadaan ini membuat ku jarang keluar rumah atau berkumpul di acara keluarga. Karena akan ada pertanyaan itu muncul.
Mungkin bagi mereka pertanyaan sepele, tapi apa mereka pikir aku tak punya hati. Apa mereka pikir akupun tak ingin mengusaikan pertanyaan itu.
Aku ingin, tapi aku wanita.
Bukankah wanita itu menunggu, menunggu waktu yang tepat. Andai aku bisa meminta
dan Tuhan segera mengabulkan. Tapi bukankah aku sedang diuji sabar.
Ya Allah,, , kuatkan hatiku selalu peluk erat aku, agar dalam penantian ini hatiku dijauhkan dari keputusasaan, dan rasa sakit hati.
Ya Allah,, mudahkanlah jalan kami agar dapat mewujudkan keinginan kami, untuk menyempurnakan separuh agama kami.
Untukmu yang jauh disana, maaf akhir-akhir ini aku menjaga jarak. Karena aku yakin jarak tidak akan menjadi masalah jika kita percaya, aku berharap jarak ini menjaga kita. Hatiku yang sekarang sedang lelah dan lemah, hatiku yang sekarang sedang tak bisa menghadapimu. Aku tak mau perkataanku dan perkataanmu yang kadang tak jadi masalah dan biasa saja, justru saat ini saling menyakiti karena hatiku sedang tak sehat. Maafkan aku,,,
Aku harap kamu bisa mengerti, aku sedang butuh ruang untuk menata hatiku.