palsu
mungkin ada manusia yang hidup bahagia dalam ketidakjujuran. bahkan lebih parahnya lagi, ada manusia yang sanggup menipu melalui rasa. menimbun kebencian selagi bibir tersenyum dan mulut menyapa.
mungkin ada manusia yang hidup tanpa rasa bersalah meski telah lama merancang niat jahat. berharap bisa menjatuhkan lawan tanpa diketahui. kemudian memilih menyerang di malam gelap lalu bertegur sapa di pagi terang.
mungkin ada yang hidup dalam sifat pengecut. punya nyali ciut untuk menyelesaikan masalah. tetapi punya jiwa lemah untuk berdamai dengan takdir dan melupakan. lalu memilih mendendam dan hidup dalam kepalsuan. kasihan.













