Relasi apa pun dibangun oleh dua hal: motif dan kompetensi. Abaikan keduanya, dan kau akan terluka. Ujilah mereka—dan ujilah dirimu.
Relasi (sehat/tidak sehat) = motif + kompetensi

seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from United States

seen from Israel
seen from Germany
seen from Norway

seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Spain

seen from Italy

seen from Australia
seen from Norway
seen from Estonia
seen from United States
seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from United States
Relasi apa pun dibangun oleh dua hal: motif dan kompetensi. Abaikan keduanya, dan kau akan terluka. Ujilah mereka—dan ujilah dirimu.
Relasi (sehat/tidak sehat) = motif + kompetensi
Had some time so I did the wacky watch thing
Wild my Fursona Palsu is gonna be next episode guys, WILD.
Selalu mudah buat kita bilang ke orang lain supaya lebih dewasa, lebih mandiri atau lebih kuat. Tapi realitanya, kita tidak sedewasa, semandiri dan sekuat itu
si Fake Face
Simulakra
Sebuah salinan realitas, tempat yang lapang dan luas, tak terhingga, nyaman dan tersembunyi. Tempat yang paling baik untuk menjadi orang lain, tempat yang paling mendukung untuk berbohong, menggunakan topeng, menipu orang lain bahkan diri sendiri.
Kita kian nyaman menunjukkan sesuatu yang bukan kita, kita pun benci dengan realitas yang sesungguhnya, karena ia memperlihatkan kita yang hampir utuh. Kita pun lebih senang bermain di dunia simulakra, dunia tanpa bentuk, tanpa tubuh, dan berselancar dalam dunia yang terapung.
Kita sadar bahwa semua yang ada dalam dunia ke dua itu palsu. Namun kita tenang di sana, bermain dalam kepalsuan, bercanda dan tertawa dengan penuh kepura-puraan. Kita menyukainya.
Kita benci menjadi apa adanya, kita benci dengan kenyataan diri kita sesungguhnya. Kita menipu diri kita sendiri lalu demikian kita puas telah menipu orang lain. Dunia itu penuh kepalsuan, dan anehnya masing-masing kita menyadarinya.
.
.
@nidzomizzuddien
palsu
mungkin ada manusia yang hidup bahagia dalam ketidakjujuran. bahkan lebih parahnya lagi, ada manusia yang sanggup menipu melalui rasa. menimbun kebencian selagi bibir tersenyum dan mulut menyapa.
mungkin ada manusia yang hidup tanpa rasa bersalah meski telah lama merancang niat jahat. berharap bisa menjatuhkan lawan tanpa diketahui. kemudian memilih menyerang di malam gelap lalu bertegur sapa di pagi terang.
mungkin ada yang hidup dalam sifat pengecut. punya nyali ciut untuk menyelesaikan masalah. tetapi punya jiwa lemah untuk berdamai dengan takdir dan melupakan. lalu memilih mendendam dan hidup dalam kepalsuan. kasihan.
Penipu Alus
Sang Penipu Alus ● Dari dia kalian bakal tahu bahwa SERAKAH itu tak mengenal lelah, apalagi KALAH. SERAKAH tidak mengenal SALAH, hingga dia MUNTAH.
POLAH.
Ra #5
Langkah kian merapuh, namun pundak pura-pura kukuh. Tangis kian pecah, namun senyum tetap merekah.
Ra, masih sama kah senyummu? Merekah seperti sebilah sabit menuju purnama sempurna di tiap bulannya? Sudah berapa lama semenjak isak tangismu itu kau perdengarkan pada ku dulu saat tubuhmu lelah dan kau berkata hatimu patah, ku harap Ra, semua itu sudah berlalu. Tangis sendu mu tak lagi beradu dengan senyum manismu yang penuh tipu itu.
Kita ini memang suka sekali menipu orang lain kan Ra? Berkata semua baik-baik saja namun nyatanya hati sudah tak karuan adanya. Berkata semua sedang buruk-buruknya namun senyum tetap merekah seperti senja yang menjingga di ufuk barat sana. Sering kali Ra, manusia itu tak pernah mau peduli dengan apa yang tersembunyi, mereka selalu merasa apa yang tampak di depan mata adalah apa yang sebenar-benarnya ada.
Masihkah ingat bahwa apa yang kita lihat belum pasti ada dan apa yang tak terlihat pun belum pula tak pernah ada, semuanya itu semu Ra. Perasaan-perasaan orang-orang yang sering kali diumbar di media sosial itu pun pikirku juga hanya contoh kecil dari itu. Seringkali sepasang kekasih yang memajangkan foto mesra berdua di media sosial dengan caption tulisan paling romantis sekalipun sebenarnya hanya sebuah pencintraan pada kawan-kawan di jagat maya saja. Maka dari itu aku tak pernah mau nenunjukkan pada jagat maya itu bagaimana kita, bagaimana purnama sempurna milikmu bertemu cahaya redup surya yang belum nampak di pagi buta milikku.
Ra, selama hidup yang ku jalani ini banyak sekali kebohongan yang ku tampakkan pada mereka, mungkin padamu juga. Seperti saat aku bilang padamu bahwa hidup akan baik-baik saja. Kenyataannya tidak begitu Ra, terkadang hidup ku, ada di perbatasan antara kemauan untuk hidup dan keinginan untuk mengakhirinya, batas-batas antara patah semangat dan kewajibanku untuk menyemangati orang lain, sementara orang-orang tidak ingin peduli dengan apa yang sebenarnya kita rasakan.
Orang-orang yang melihat orang lain putus asa akan selalu mengingatkan sedikit menengok ke belakang untuk berkaca bahwa apa yang terlewati selama ini lebih berat, mereka hanya tak tau bagiamana perasaan kita saat ini bahkan mereka hanya mencoba menipu hati Ra. Mereka mungkin sebenarnya tau bagaimana perasaan itu tak semudah itu untuk pulih, untuk benar-benar sembuh, karena aku pun percaya beberapa dari mereka pasti pernah merasakannya.
Hidup ini memang kurang ajar Ra, sering ku katakan padamu juga kan? Bahwa yang paling kurang ajar di dunia ini adalah sang waktu. Ia benar-benar apatis sekali Ra, tak mau menunggu barang sejenak, dan tak mau mempercepat barang sekejap. Tapi darinya kita belajar untuk tetap berjalan kan Ra? Darinya kita belajar untuk menipu hati kita berkali-kali, menipu orang-orang dengan senyum merekah walau sebenarnya isak tangis ingin sekali tumpah.
Malang, Juli 2020
Euforia Semata
Entah cinta atau fatamorgana
Menjelma rindu yang tak bersuara
Memecah hening dikala senja buta
Aku terhenyak oleh seutas senyum
Aku terpaku oleh tatapan retina
Lagi-lagi aku hampir terlupa
Pada sang maha cinta
Yang membolak balikkan hati yang lara
Bisa saja cinta atau fatamorgana
Walau hati sering berkata
Ada rasa yang ditumpah oleh semesta
Untuk aku sang pengemis cinta
Dibawa hujan
Diantar angin
Dihembus rindu
Karena biarkan cinta bertahan kala ia bertuhan.