Tak pernah kusangka sebelumnya, aku akan sampai di titik 'merasa baik-baik saja ketika sendirian'. Menyendiri tanpa merasa takut, menepi tanpa merasa sepi. Gak tahu kenapa, dengan kesendirian ini aku perlahan mulai bisa fokus, fokus menemukan diriku kembali. Kedengarannya sedikit egois memang, meninggalkan banyak orang tanpa memberitahu mereka. Tapi siapa yang peduli sama aku? :)
Kurasa ini bukan takdir, tapi semacam belajar dari pengalaman. Ya, aku sebelumnya selalu berusaha menempatkan diriku bersama riuhnya dunia, sedikit memaksa, dan berkali-kali aku berakhir kecewa, lalu menepi sebentar untuk sekedar merenung, jenuh, mengulangi pemaksaan diri untuk bersua dengan gemuruh manusia, kecewa lagi, sampai entah pengulangan ke berapa aku baru benar-benar sadar akan teguran semesta. Aku diminta untuk fokus pada diriku sendiri dahulu, menerima segala kekurangan dan pencapaian diri, memaafkan kesalahan diriku sendiri, mencari arah pulang, menemukan kemurnian diri yang telah hilang dan terlupakan, jatuh cinta pada diriku seutuhnya, lalu menciptakan kebahagiaan tersendiri. Iya, aku mau egois dulu, aku tidak peduli kata-kata orang lagi, toh mereka hanya berkata-kata tanpa berniat untuk peduli juga kan?