(2) Diam;
Dan kamu, teruslah bercahaya…
Untuk mereka yang menanti sinarmu dengan mata penuh harap, meski di balik senyummu, mungkin ada luka yang tak pernah sempat kau rawat.
Jangan padam hanya karena seseorang yang baru datang dan tak tahu caranya menghargai terangmu.
Karena cahaya sepertimu tak diciptakan untuk satu pasang mata, tapi untuk semesta yang membutuhkan arah dalam gelapnya dunia.
Biarlah yang tak mampu menatapmu dengan utuh belajar kehilangan dari ketiadaanmu.
Karena tidak semua yang silau itu sombong— kadang hanya terlalu tulus, hingga menyakiti diri sendiri demi menerangi sekitarnya.
Maka tetaplah bersinar… meski sesekali redup, meski tak semua tangan akan menadahkan syukur atas hangatmu, dan meski cinta yang kau beri, tak selalu kembali.
Teruslah jadi cahaya, bukan untuk disukai, tapi untuk jadi alasan seseorang masih berani berjalan beriring denganmu… di tengah gelap yang tak bisa dijelaskan.













