Cinta perasaan dan pikiran
Banyak yang sibuk-sibuk menjaga perasaan, tapi terkadang lupa menjaga pikiran. Ada juga yang memanjakan perasaan dan menelantarkan pikiran. Terakhir, ada yang menjaga pikiran tapi perasaan terlupakan.
Mana yang namanya cinta? Mana pula rasa sementara?
Dalam beberapa pilihan. Di antara pilihan. Sebelum memilih yang terpilih, pertimbangkanlah dengan melibatkan perasaan dan pikiranmu. Ketahuilah, dua kubu dalam ragamu akan menuntunmu pada yang bukan sekedar kamu mau, keputusan itu akan membawamu pada yang sebenarnya harus dituju. Pada apa yang terpilih, dimana dia pun memilih. Kamu.
Tak ada yang lebih penting dari perasaan dan pikiran. Keduanya mesti selalu sama dalam takaran. Cinta dengan perasaan, pun dengan pikiran. Dengan begitu, jawaban akan semakin mendekatkan pada kepastian. Bukan keraguan.
Indah bukan? Ibarat bianglala yang tercipta dari turunnya hujan kerinduan.












