Satu, dua, tidak. Ada miliaran yang hidup. Karena bulan silih berganti, lupa pun ikut menyertai. Jika itu penelitian, bagai sampel yang diambil secukupnya saja. Begitu juga dengan hidup seseorang. Ada 195 negara di permukaan bumi, termasuk Indonesia. Kembali dibuat kagum, berikut 17.504 pulau yang termasuk dalam piece of country. Aku tak akan menyebutkan berapa provinsi atau kota padanya. Manfaatkan mbah google-mu say biar dianya enggak ngambek. Nah, dari sekian banyak, bahkan buanyak buanget lahan yang bisa dihuni manusia itu, jumlah manusia sendiri juga tidak sesedikit itu. Ada buanyak lagi, lagi, dan lagi. Tapi dari sekian banyak itu, kenapa manusia masih bisa merasa sendiri?
Apa itu sendiri? Dilansir dari KBBS (kamus besar bahasa sendiri), sendiri adalah standing alone. Mandiri beda ya, mandiri tuh keharusan. Lagi-lagi soal ketahanan mental. Melakukan apapun atas dasar personalitas. Intinya “berdikari”. Anti bersosialita ria dan menyenangi kehidupan yang sebagian besarnya dilakukan secara solo player. Keadaan kah yang memaksanya berlaku seperti itu?
Oh, yah. Kembali, tidak ada yang salah dengan hidup. Halo, kamu. Kamu tidak pernah sendirian. Ini hanya perihal waktu. Kesabaran akan timing-mu tengah diuji. Yang dinilai? Terkait sikap. Akankah untuk sementara ini engkau masih loyal dengan Tuhanmu?