Kunci mobil gwe hilang udah 20 MENIT gk ketemu²👎👎
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Argentina

seen from Germany
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Russia
seen from Morocco
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
Kunci mobil gwe hilang udah 20 MENIT gk ketemu²👎👎
Misuh
A: Kalau kita baru niat misuh aja udah dapat dosa, ngapain misuhnya masih disensor/diplesetkan?
B: Biar family friendly, bang.
A: Kalau mau family friendly, jangan misuh dong, goblok!
NIAT INGSUN MISUH tap 2x, tag temen kamu, 😀 #nganjuk #ngakak #guyonan #jowo #misuh (di Nganjuk) https://www.instagram.com/p/CDqhJ1elzi3/?igshid=hrh6j2y5m280
Ha to?
Hidup adalah seru, jika tidak dihabiskan dengan diam-diam mengeluh lalu "misuh" pada kenyataan. Maka, belajar bersyukur.
ketik amin, like & share
Rasanya ada yang salah, saat ada yang mempermasalahkan orang yang suka bilang di sebuah status: ketik amin, like & share. Ya biar saja napa sih, lambemu kui lho..
Doa adalah soal keyakinan, doa juga hal yang tak bisa diliat dan diprediksi, biar saja mereka dengan keyakinan mereka, silakan juga ente pertahankan keyakinanmu kalo cara mereka adalah aneh dan tak benar di otakmu.
Kalau hal yang dishare adalah hal yang baik, ya kenapa tidak, kalaupun yang dishare adalah hal yang tidak baik, tinggal jauhkan mata dan pikiranmu, ga usah sok pinter dan sok tau deh..
Just shut up and keep up your mind..
Fenomena ‘Misuh’ Mahasiswa
Banyak orang luar yang sering menilai gaya bicara orang Surabaya sangat kasar. Kebanyakan yang menilai kasar berasal dari daerah Jawa dengan model bahasa yang halus, terlebih daerah Surakarta dan Yogyakarta yang dikenal dengan bahasa krama-nya yang masih bagus. Daerah pesisir memang sering dikenal dengan ciri khas bahasa yang kasar, begitu pun daerah Surabaya. Kota pelabuhan ini dikenal orang luar dengan kata-katanya yang serba misuh.
Meskipun terdengar kasar, logat Surabaya tentu hal yang lumrah bagi para penuturnya. Kalimat yang seolah-olah terdengar seperti misuh bagi orang luar, justru merupakan tanda keakraban bagi mereka. Makna yang diterima menjadi sangat berbeda. Semisal kata misuh jan*** (sensor) yang sering diucapkan oleh Sudjiwo Tedjo.
Untuk memahami konteks penggunaan ‘kata misuh’ di atas, kita harus memahami konsep intersubjectively shared yang kira-kira berbunyi “tidak cukup saya dan dia tahu, namun saya harus tahu kalau dia tahu dan dia harus tahu kalau saya tahu”. Orang-orang Surabaya bisa membedakan mana ungkapan untuk menyapa, kagum, marah, mengejek dan berbagai ekspresi lain dengan memakai satu ‘kata misuh’ tersebut karena telah paham intersubjectively shared. Sehingga tidak akan terjadi salah pemaknaan.
Namun tidak jarang, khususnya bagi anak muda yang memang dengan sengaja menggunakan ‘kata misuh’ tersebut sebagai gaya-gayaan. Makna ‘kata misuh’ sengaja diucapkan dalam makna yang negatif. Karena pada pergaulan anak muda orang yang misuh dianggap orang yang keren, tidak cupu, berani dan label positif lain. Padahal dalam norma sudah jelas bahwa berkata kotor bukanlah perbuatan terpuji.
Hal tersebut juga terjadi dalam lingkup mahasiswa. Dengan gaya yang seolah-olah paling jagoan, ungkapan kotor sering keluar tanpa tujuan yang jelas. Ungkapan dengan ‘kata misuh’ digunakan sebagai gaya-gayaan agar terlihat keren. Mengingat sebuah kampus biasanya terdiri dari banyak latar belakang budaya, prinsip intersubjectively shared tentu tidak berlaku. Dengan tidak berlakunya prinsip tersebut tentu dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berujung pada ketidaksukaan. Terlebih pada umumnya orang-orang yang sembarangan mengucapkan ‘kata misuh’ ini adalah anak-anak yang dicap kurang baik.
Selain melanggar norma, berkata kotor juga dapat merusak sifat psikologis para penuturnya. Orang yang sering berkata kotor cenderung mudah emosi, tidak bisa mengontrol diri, lepas kendali, suka meremehkan, tidak punya motivasi dan lain-lain. Selain itu hukuman sosial jua dapat ditimpakan kapan saja. Masyarakat tentu tidak menyukai orang-orang yang suka berkata kotor, terlebih di depan umum. Sanksi sosial berupa tidak diperhatikan, dijauhi, atau bahkan diusir bisa terjadi. Tentu merupakan hal yang sangat merugikan.
Sebagai seorang muslim yang terpelajar, tentu rasanya risih untuk berkata kotor meskipun dengan teman akrab sendiri. Rasanya malu jika kedapatan berbicara kotor meskipun pelan dan hanya terdengar oleh teman sendiri. Tidak perlu misuh untuk terlihat keren, dan tidak perlu misuh juga untuk mengungkapkan berbagai macam ekspresi.
Misuh ndisik.
ada yang mau nambahi?
Kakeane! Asem! Gatel! Asu! Tekkeh! Raimu ah! Trembelane! Semprull! Culek sisan matamu! Ndogmu! Silitmu! Ndasmu! Jancuk! itu bahasa misuh-misuh yang wajar atau vulgar yaa?? atau ada yang mau nambahi?
(postingan lama di blogspot, Sabtu, 02 Januari 2010).