"Gimana hari ini? Menyenangkan acaranya?" sapaku memulai obrolan via chat seperti biasa denganmu.
"Capek tapi happy. Meski tadi sempat panik karena ditengah tiba-tiba anginnya kenceng banget" balasmu tak kalah semangat, lalu kau melanjutkan pesanmu "Oya, aku punya kenang-kenangan hari ini, gimana menurutmu?"
Sempat aku bertanya-tanya sendiri, kenang-kenangan apakah yang kau maksud sebelum akhirnya pesan chatmu masuk. Ternyata sebuah gambar hasil jepretanmu hari ini.
Ada beberapa detik lamanya kupandangi gambar itu, hingga aku memunculkan seulas senyum sambil geleng-geleng kepala yang pastinya tak dapat kau lihat.
Kau tau apa kali pertama yang ada dikepala ku, ketika kau mengirimiku gambar diatas?
Kau itu tidak romantis batinku, Bung. Ekspetasiku, kau berdiri di atas perahu itu sambil memegang hasil tangkapanmu hari ini ditangan satunya, dan tangan lain nya memegang kertas bertuliskan kata-kata manis, untukku tentunya, seperti kebanyakan pose pasangan kekinian.
"Bidikanmu makin bagus. Sepertinya mempunyai makna, tapi sayang bukan yang aku harapkan." segera kujawab pertanyaan mu tadi setelah aku berhasil mengusir khayalan sesaat.
"Emangnya apa yang kamu harapkan?" Balasmu cepat.
Lumayan lama aku berulang kali melakukan hal yang sama, mengetik lalu menghapus kata-kata yang hendak ku kirimi padamu, lalu mengetik lagi.
Hingga akhirnya aku mencoba mengalihkanmu, "aku mau makan hasil tangkapanmu, yang paling besar!"
"Makanya sini, ayo pulang. Nanti kita masak sama-sama. Kamu jangan kelamaan jauh-jauh dong." balasmu sedikit mengiba dan terkesan manja, lalu kau pun melanjutkan chatmu, yang tentunya langsung mengubah rona wajahku bak kepiting rebus. Tersipu.
"Oya, kamu harus tau kenapa aku kirim gambar tadi. Karena aku merasa semenakutkan apapun ombak dan badai ditengah lautan, semuanya terasa sepadan dengan rasa lega dan bahagia ketika berhasil berlabuh ditepian dengan selamat. Sama halnya denganku, se berliku-liku nya kisahku dulu sebelum bertemu kamu, semua terasa terbayar lunas ketika aku memilih melabuhkan hati pada sosokmu."
Ah aku salah menduga. Ternyata kau begitu romantis dengan ketidakromantisanmu, Bung.