Kamu mengeluh ketika manusia memperlakukanmu secara tidak adil, padahal terhadap diri sendiri saja kamu tidak pernah berlaku adil.
seen from Austria
seen from Belgium

seen from Türkiye
seen from Switzerland

seen from Malaysia

seen from Jordan
seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from Switzerland
seen from Brazil
seen from Yemen
seen from United States
seen from Brazil
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from Colombia
seen from Iraq
Kamu mengeluh ketika manusia memperlakukanmu secara tidak adil, padahal terhadap diri sendiri saja kamu tidak pernah berlaku adil.
Duh malu deh sama ibu ini kalo mau misuh-misuh soal hidup di media sosial. Kadang, berjalan sambil memperhatikan sekitar membuat kita merasakan bahwa hidup ini bukan hanya tentang diri kita. Masih banyak orang yang harus berjuang di pinggir-pinggir jalanan, di bawah terik matahari, untuk sesuap nasi. Sekali-kali lihatlah mereka dan pandangilah mereka, agar kamu mudah untuk bersyukur.
Ada kalanya, proses tumbuh membuat manusia ingin terus mengeluh. Berharap dapat menemukan tempat paling nyaman untuk berteduh ketika semangat si pemilik tubuh kian merapuh.
ㅡ den
Cuma kayak gitu
"Oh, cuma kayak gitu. Yaudah si kalem aja"
Kadang tuh kalo lagi panik dan insecure trus curhat lalu diomongin kayak kalimat diatas tuh bikin tambah sebel. Iya saya tau masalah saya "cuma" segitu. "Kamu tuh lebay, ada banyak kok yang punya masalah lebih daripada kamu. Santailah" iya, emang saya hanya manusia yang ga bisa susah, sekali susah lansung manja dan lebaynya keluar. Saya juga tau masalah yang saya hadapi itu cuma sepersekian tetes air dari lautan masalah yang di hadapi orang-orang. Tapi kejutannya adalah, saya masih merasa hal tersebut adalah masalah. Bahwa di dalam diri saya adalah masalah. Bahwa saya adalah masalah.
Lalu saya iseng buka youtube dan mematikan whatsapp. Gamau berhubungan lagi dengan orang luar. Lihatlah saya potongan trailer dan webstories dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Dan.. benar benar pas banget.
"Perasaan baru ini awalnya emang ga nyaman. Tapi, nanti juga jadi biasa aja. Pasti"
Saya dari dulu emang jarang banget berkorban, jadi sekali berkorban dan hasilnya jauh, saya langsung down. Kata adek kelas saya, "mungkin mbak belum terbiasa aja" iya, aku belum terbiasa di repotin, aku belum terbiasa berdarah-darah. Jadi sekali di repotin dan berdarah, saya bisa payah. Hm.
Jadi, mungkin saya yang lambat. Sudah sedewasa ini masih belum bisa stay cool. Masih dengan emosi yang meledak-ledak. Ya gak marah, tapi sebelnya bikin nangis. Ya why saya ga bisa setenang orang lain dalam mengahadapi masalah? Why saya ga bisa melakukan apa-apa? Why?
Apa jawabannya hanya ga terbiasa? Gatau. Gatau. Saya masih mau cari.
"Ga semua hal itu harus dipikirkan, cukup dipahami dan dijalani"
Kata Mas Angkasa gitu. Lalu saya tiba-tiba bercita-cita ingin mempunyai kakak baik banget kayak Mas Angkasa. Haha. Tapi yasudah. Saya udah lahir, ummi saya udah ga ada. Keinginan yang mustahil.
Dan, kalimat dari mas Angkasa inilah yang akhirnya membuat saya "oh yasudah, jalani saja" toh semakin dewasa saya sudah seperti ga punya ambisi. Sudah selesai, saya mau damai sama diri saya. Sudah itu saja.
Kairo, 22 Januari 2020 07:00 clt
Kadang suka malu, sering ngeluh tentang kerjaan yang banyak di komplain. Rasanya ingin menyerah & nyari kerjaan lain. Tapi kalau melihat orang-orang di luar sana yang punya kerjaan lebih berat daripada aku, tapi tetap mereka lakukan; rasanya pengen banget bisa kayak mereka, hati & otak bisa berkompromi untuk kuat menghadapi beban pekerjaan & tetap setia menjalani pekerjaan tersebut.
FAS
Ngeluh Itu Manusiawi, Tapi Syukur Itu Superpower
Surau.co. Kita semua pernah merasa lelah. Entah karena pekerjaan yang tak selesai-selesai, doa yang terasa belum dijawab, atau harapan yang tiba-tiba pupus. Dalam kelelahan itu, mulut kita kadang spontan berkata, “Capek banget, hidup kok gini-gini aja.” Itu wajar kok, karena geluh merupakan bagian dari kemanusiaan kita. Ia muncul dari rasa ingin dimengerti, ingin didengar, dan ingin diberi jeda…