Journal 13 April 2025
Belakangan ini entah mengapa, aku jadi suka membaca buku Yang tadinya bahkan dalam 1 tahun 1 buku saja tidak bisa habis Ajaibnya bulan baru berjalan beberapa hari, dan aku sudah membaca setengah buku Pencapaian yang sangat jarang sekali Bukan karena apa, tapi aku merasa semakin kesini aku akan lebih sering mendedikasikan waktuku untuk membaca dan mendengarkan Ah iya Selamat datang di Usia 27 Tahun diriku, Selamat karena kamu "Masih" hidup sampai saat ini
Aku kerap bertanya ke diriku sendiri Kenapa, ada banyak hal yang ada dalam kepala ini Tapi tak bisa dikeluarkan begitu saja Sangat amat banyak bising dan riuh isi kepala ini, tapi aku tidak mampu mengutarakannya Hal random yang seringkali muncul, ada hal yang tiba tiba muncul entah darimana, bahkan sampai orang yang tak dikenal muncul Dan semua itu hanya berlangsung 1-2 detik saja dan seketika menghilang. Apa sih ini, pikiran pikiran konyol ini hanya seperti kemacetan di Jakarta yang semua mobil dan motor membunyikan klakson mereka secara terus menerus dan tidak beraturan. Berisik! Bising!
Aku memang masih dalam keadaan kecewa, sedih, dan marah tapi aku tak ingin membahasnya lagi Bukan karena aku mau lari dari hal itu Aku hanya ingin hal itu bisa keluar dengan baik tanpa melukaiku lebih jauh lagi
Aku merasa ada bagian dari diriku yang masih denial dan belum dapat menerima keadaan bahwa dia sudah memilih yang lain Belum lagi orang yang aku impikan sekarang sudah berproses dengan orang yang dia pilih. Memilukan. Tapi aku benar benar merasa ada bagian dari diriku yang belum dapat menerima hal itu. Aku datang untuk berdiskusi dengannya dan bertanya apa yang mengganggumu hingga kamu masih belum dapat menerima nya?
Karena "Aku" tidak memberikan yang terbaik Aku terlalu banyak bicara, Aku terlalu banyak ikut campur, Aku terlalu banyak memberikan tekanan kepadanya, Aku mengganggu kenyamanan dan hidupnya. Seharusnya aku lebih banyak mendengar, lebih banyak memvalidasi perasaannya tanpa memberikan solusi, karena ia ingin lebih didengar kan? ia ingin lebih nyaman kan untuk bercerita? Harusnya aku bisa lebih menekan ego ku untuk tidak banyak bicara Dasar besar mulut!
Kira kira hal itulah yang bagian dari diriku katakan kepada diriku yang lain. Bisakah kamu membayangkan itu? Hampir setiap waktu ada bagian dari diri ini yang terus menerus bertengkar dan menyalahkan satu sama lain. Tapi ada juga bagian dari diri ini yang tugasnya untuk menenangkan dan memberikan sudut pandang yang lebih objektif. Itu hanya satu dari sekian banyak konflik yang ada didalam diriku.
Belum lagi soal pekerjaan, hidup, orangtua, keluarga dan bahkan hal hal yang konyol pun tetap ada yang dipermasalahkan dan terjadi konflik didalamnya.
Ada bagian dari diri ini yang aku suka. Ia yang pemaaf, ia yang bersikap dewasa dalam mengontrol emosinya, ia yang masih bisa melihat hal baik dari seseorang, yang masih dapat melakukan hal baik bahkan ketika hal baik itu tidak dibalas, ia yang menilai sesuai dengan logika yang baik dsb Dialah yang paling dewasa dan paling bisa diandalkan. Seems perfect isnt it? Well, no Bagian dari diri itu sangat amat mudah lelah Karena banyak hal yang harus ditoleransi dan diterima memaafkan dan meregulasi emosi dengan baik membutuhkan energy yang sangat banyak. Maka seringkali, aku akan butuh waktu untuk menyendiri dan beristirahat lebih banyak agar bagian dari diriku ini bisa melakukan tugasnya dengan baik.
Apakah ini yang dinamakan bipolar? tentu tidak Dr. Jiemy Ardian SP.Kj dalam videonya menjelaskan Manusia itu memang memiliki banyak kepribadian Mereka punya tugas dan kehendaknya masing masing Ada yang berupa si Pemarah, atau disebut juga "Protector" Ada yang berupa si anak kecil yang masih sakit dan terbawa hingga usia dewasa Ada yang berupa rasa sakit, atau disebut juga "Pain" Ada juga yang berupa apa yang ditampikan ke banyak orang, atau disebut juga "Persona".
Mungkin dengan hobby ku yang baru dan lebih bermanfaat ini Aku bisa menjadi orang yang lebih sering mendengar daripada berbicara Orang yang lebih sering mengayomi dan bukan menggurui Orang yang lebih sering memvalidasi emosi ketimbang memberikan solusi Karena tidak semua orang butuh solusi Seringkali, mereka hanya butuh didengarkan dan dibuat dalam kondisi yang nyaman. Dengan begitu mereka akan dapat menemukan solusinya sendiri sesuai apa yang mereka kehendaki
Bukankah begitu? Abaw? Kamu juga ingin kan didengarkan dan diberikan kondisi yang nyaman Jika tidak ada yang mau mendengarkanmu, maka berilah kesempatan bagian dari dirimu sendiri untuk mendengarkan dan memberikan rasa nyaman tersebut.










