Tuju yang Satu
Memang benar sistemnya berjalan,
Modus operandinya jelas kelihatan,
Cuma jalannya sering bersimpangan,
Bakal terhenti diperhentian yang berkekalan.
seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from France
seen from Türkiye
seen from Singapore
seen from United States
seen from Canada

seen from Maldives
seen from Hungary
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Hong Kong SAR China

seen from Indonesia
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from Netherlands
Tuju yang Satu
Memang benar sistemnya berjalan,
Modus operandinya jelas kelihatan,
Cuma jalannya sering bersimpangan,
Bakal terhenti diperhentian yang berkekalan.
#daribuku Dengan Nama-MU Aku Hidup - Amru Khalid
#nukilan #motivasidiri #renungandiri (at Hospital Sultan Abdul Halim Sungai Petani Kedah) https://www.instagram.com/p/CBABFj6JmXa/?igshid=zbym7l7q14ya
Ku Mengharapkan Ramadan Kali Ini Penuh Makna Agar Dapat Ku Lalui Dengan Sempurna. Alhamdulillah...Ramadan bakal menjelma lagi. Syukur atas rahmatNya, kita diberi peluang sekali lagi untuk bertemu dengan Ramadan yang mulia. Walaupun Ramadan kali ini amat berbeza. Tiada bertemu ahli keluarga. Tiada berkumpul sanak saudara. Tiada majlis berbuka bersama. Namun itulah realitinya. Kembali kita kepada amalan Ramadan sebenar di Zaman Rasulullah. Ramadan yang asas dengan apa adanya. Berbuka sederhana dengan keluarga yang ada. Ibadah di rumah tanpa bermegah2 pergi ke masjid mana. Wabak ini, kita menuduh China menjadi punca. Sedangkan kita lupa kita juga pendosa. Kadangkala terfikir juga. Mungkinkah wabak ini adalah ingatan dari Allah untuk umat Islam yang selalu leka di bulan mulia? Berlebih-lebihan dengan makanan setiap kali waktu berbuka. Sibuk dengan dunia hingga kita sering melupakanNya. 10 malam terakhir yang barakah tapi kita isi dengan Bazar Ramadan hingga lewat masa. Allah...ampunkan kami. Lindungi kami. Beri keinsafan pada kami. Agar dapat kami fahami. Bulan Ramadan tanpa keluarga tersayang disisi. Tanpa masjid untuk diisi. Sedih hati ini. Moga semua ini. Menjadi kunci syurga kami nanti. - Azwan Rizani, 21 April 2020, 2 hari menuju Ramadan 1441H #ramadan #nukilan #isihati #covid19 #sajak #karangan #poem #poet #ramadankareem #farmfresh #farmfreshmalaysia #farmfreshmelaka #farmfreshmilk #susukurma #susukurmafarmfresh #kurmamilk #tamarmilk #datesmilk #kurma (at Malacca) https://www.instagram.com/p/B_OTo90Hrho/?igshid=pzzcs4djx3rz
Ku Mengharapkan Ramadan Kali Ini Penuh Makna Agar Dapat Ku Lalui Dengan Sempurna. Alhamdulillah...Ramadan bakal menjelma lagi. Syukur atas rahmatNya, kita diberi peluang sekali lagi untuk bertemu dengan Ramadan yang mulia. Walaupun Ramadan kali ini amat berbeza. Tiada bertemu ahli keluarga. Tiada berkumpul sanak saudara. Tiada majlis berbuka bersama. Namun itulah realitinya. Kembali kita kepada amalan Ramadan sebenar di Zaman Rasulullah. Ramadan yang asas dengan apa adanya. Berbuka sederhana dengan keluarga yang ada. Ibadah di rumah tanpa bermegah2 pergi ke masjid mana. Wabak ini, kita menuduh China menjadi punca. Sedangkan kita lupa kita juga pendosa. Kadangkala terfikir juga. Mungkinkah wabak ini adalah ingatan dari Allah untuk umat Islam yang selalu leka di bulan mulia? Berlebih-lebihan dengan makanan setiap kali waktu berbuka. Sibuk dengan dunia hingga kita sering melupakanNya. 10 malam terakhir yang barakah tapi kita isi dengan Bazar Ramadan hingga lewat masa. Allah...ampunkan kami. Lindungi kami. Beri keinsafan pada kami. Agar dapat kami fahami. Bulan Ramadan tanpa keluarga tersayang disisi. Tanpa masjid untuk diisi. Sedih hati ini. Moga semua ini. Menjadi kunci syurga kami nanti. #ramadan #nukilan #isihati #covid19 #sajak #karangan #poem #poet #ramadankareem (at Malacca) https://www.instagram.com/p/B_OS9bPHZOQ/?igshid=1b3jo0b3i5vk9
Tentang potongan cerita yang aku post di sini
Halo! Belakangan aku nge-post dua snippet dari dua cerita berbeda—yang pertama Heart Made of Glass, dan yang kedua Bara dan Mahesa.
Dua cerita ini bakal ku-post secara acak, jadi babnya nggak berurutan, dan timeline-nya pun masih acak. Tujuannya cuma buat nyimpen ide aja sih, juga pengin berbagi dikit sama jagat internet. ≧∇≦
Cerita-cerita ini bisa dicari di Tumblr-ku dengan hashtag #fiksi #fiksi remaja #snippet dan #my writing. Pencarian lewat judul pun bisa, tapi kalo mau cepet “fiksi” aja udah cukup.
Selamat membaca dan selamat datang di blog ini. ≧ω≦
- Alvis -
Bara dan Mahesa (snippet #1)
“Bara.” Seseorang mengguncang bahunya pelan, membawanya kembali ke realita dari tidur panjang.
Bara mengerjap, mendapati Arvin di depannya.
“Ini udah jam berapa, kamu nggak bangun-bangun.” Arvin mengempaskan pantat di kasur seberang milik Mahesa. “Emang teman sekamar tercintamu ini ke mana?”
“Jangan nyebut dia tercinta.” Bara terbata-bata, dan mendecak karenanya. Dia langsung pergi ke temapt jemuran handuk dan masuk kamar mandi. “Kamu duluan aja kalo nggak pengin nunggu, Vin!”
Tidak ada balasan dan Bara pun tidak menggubris lebih lanjut. Sembari membersihkan diri, pikirannya berkelana ke kejadian malam sebelumnya. Mahesa pulang dengan banyak cokelat di tasnya. Bara tidak bisa tidak melihat, dan seperti Mahesa biasanya, cowok itu sadar diperhatikan dan merogoh ke dalam tasnya.
Dengan kasual, dia memberikan sebungkus cokelat pada Bara. “Kamu suka merek itu, kan?” Ucapannya lebih seperti pernyataan, penuh fakta dan keyakinan.
Bara melihat dan memang dark chocolate yang dia terima adalah merek favoritnya.
“I knew it.” Tanpa menunggu balasan, Mahesa langsung merebahkan diri di kasur dan tertidur, masih memakai seragam. Meninggalkan Bara terpaku sendirian... hingga sekarang.
Bara akhirnya keluar dari kamar mandi, dan saat berbelok ke arah ranjang, dia menahan napas melihat Arvin mengunyah cokelatnya. “Vin, itu cokelatku!”
“Oh? Kukira karena kamu bilang doi bukan yang tercinta, kamu nggak—”
“Yang bener aja, Vin!” Bara langsung maju dan merebut cokelat yang sudah tinggal seperempat di tangan Arvin. Dadanya mencelus. Dia tidak mungkin memakan sisa, terlebih dari Arvin.
“Ntar aku ganti deh, merek yang sama.”
“Nggak usah.” Bara mengembalikan cokelat itu ke tangan Arvin. “Nggak ada artinya kalo kamu yang ngasih.”
_________________
A/N: Maunya yang gemesh-gemesh uwu buat Valentine ini, gaes. But yeah, I’ll fix that later. 😂🤣
© pictures to the owner
- Alvis -
Pusara
Getarlah jasad,
terima lah kamu senaskah kitab,
yang akan hidup dalam jiwa,
bukan raih makhluk yang kamu minta,
seribu bulan yang datang belum mampu kamu khatamkan.
Getarlah jasad,
selubung tubuh warna putih,
berhentilah nafas,
dalam dunia 7 kaki,
ditariknya maut waktu bersujud,
mulianya jasadmu di alam sana.