Baru kemarin bernapas lega karena merasa bisa merapikan ulang masalah yang ada. Tahu-tahu tadi muncul berita, dari calon mempelai yang kan berbahagia. Menjatuhkan semangat yang sudah siap di muka. Buat kembali luruh tak berupa.
Rasanya ingin menghilang saja. Sampai diri kembali tertata. Tapi apa daya, sosialisasi tetap harus dilakukan manusia. Sebagai upaya pertahankan koneksi yang ada. Agar tidak dilupa.
Baru semalam bernapas lega karena sudah mengibarkan bendera. Setelah mengeluarkan isi otak dengan paksa. Namun yang dilakukan sejak pagi buta, justru membaca tulisan penuh warna milik mereka yang seperti juara. Membuat diri semakin nelangsa, menyadari bakat yang tak seberapa.
Rasanya ingin tidur saja. Sampai puas agar bisa memeluk hati tanpa dusta. Berharap bilik yang hanya empat saja, mau berlapang dada. Walau mungkin belum selamanya, setidaknya sementara. Sampai diri benar tertata.















