Sore Itu
29 Desember 2020
Kutengok kesibukanmu,
Tawamu,
Obrolanmu,
Dan riuh lalu lalang penghuni hari-harimu.
Semuanya.
Aku selalu melihat ke arahmu meski kamunya tidak.
Kunikmati dingin yang menusuk kalbu.
Menyesap sampai beku.
Bersama gerimis yang mistis,
Kau menjelma kota yang puitis.
Muara yang dituju segala tetes.
Hilir yang didamba setiap hulu.
Adalah kamu.
Yang membuatku ingin merawat sore,
Merangkum semesta yang Tuhan cipta,
Meringkas asa yang perlahan sirna,
Mengikhtisarkan segala bentuk semoga,
Menjadi keping-keping yang lebih penting,
Yang lebih mungkin dipersunting.
Dan Bandung, aku mencintaimu dengan melepaskanmu.
Day 25 : Something inspired of the 11th image on your phone














