Im watching Mendua. It's Indonesia adaptation from The World of Married (kdrama), which is also an adaptation from Doctor Foster (english tv series), which apparently based on greek mythology about Medea.

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Maldives
Im watching Mendua. It's Indonesia adaptation from The World of Married (kdrama), which is also an adaptation from Doctor Foster (english tv series), which apparently based on greek mythology about Medea.
Tidak perlu bersedih jika diduakan,bersedihlah untuk hati yang hanya diciptakan satu tapi tidak mampu untuk setia,mendua itu mudah...tapi bertahan pada pilihan itu hebat
HAMPIR yang USAI (di Wattpad) https://my.w.tt/eE5Idscdf6 aku datang di tengah jeda, dia menepikanku. kau layu, lalu ikut membuangku. bagaimana rasanya ketika tiba-tiba seseorang yang menjalin komitmen denganmu, mendadak kembali pada mantannya? lalu mantannya menjadi ratu, kau tersungkur dibuatnya. lenyap tanpa kata pamit. cerita ini hanya ungkapan hatiku, lembar tiap lembarnya tak pernah te…
Ketidak inginanku mengumbar hubungan kita memperlancar aksimu mendekatinya
GRADASI #2
Kamu membuatku berpikir antara lugu dan dungu itu beda tipis. Maksudku memintamu untuk menyetujui agar tidak mengumbar hubungan kita adalah tanda dewasa, namun ternyata hal itu memperlancar aksimu untuk semakin dekat dengannya.
Kamu bisa saja dengan mudah berkata kepadanya bahwa kamu sedang tidak dekat dengan siapa-siapa padahal baru saja kamu berkata padaku bahwa di hidupmu aku sudah seperti segalanya. Sementara aku? Aku menutup aksesku; celah sekecil apapun untuk orang ketiga masuk dalam hubungan kita.
Aku tidak tahu semudah apa bagimu untuk berbagi, padahal bagiku setia pada satu hati sudah seperti harga mati.
Perempuan itu, di antara kami berdua. Siapa yang lebih dulu mengetahui keberadaan satu sama lain? Atau kuubah pertanyaannya siapa yang lebih dulu ada di hidupmu? Jangan-jangan bukan dia yang merebutmu dariku tapi aku yang kamu jadikan selingan saat kamu bosan dengannya.
Kata mana yang harus kupercaya dari mulutmu sekarang sementara sudah bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan kalau pengkhianat selalu berkaitan erat dengan penipu ulung sepaket alibi mainstream pembenarannya.
Ah sudahlah, jangan semakin memperumit keadaan. Tidak penting siapa yang ditinggalkan dan meninggalkan. Yang harus diterima sekarang adalah kenyataan bahwa kata kita sudah tidak lagi ada. Hanya aku, kamu, dan kisah yang sebentar lagi disebut masa lalu.
Jangan membuatnya berharap, jika kau tak berniat menetap. Jangan menjanjikannya bahagia, jika kau hanya memberinya luka. Jangan mengucap “aku setia sampai mati”, jika pada akhirnya kau lari ke lain hati.
Terimakasih pernah ada dalam hadirku: Waktu-waktu bersamamu kelak kan abadi dalam hati. Hidup dengan degup yang aku bawa bersama diri. Tak usah kamu pikirkan perihal hatiku. Aku terluka. Tapi aku tak apa. Asalkan kamu bahagia, senyum ini akan mencoba ikhlas tuk belajar menerima.
Arief Aumar Purwanto
Mendua
Nyatanya tiap-tiap dari kita terlalu sering mendua, Berlagak patuh namun selalu ingkar, Berkata mampu namun lagi-lagi tertunda, Berkoar mengingat akhirat namun seringkali mengingkari, Berbuat baik namun dengan iming-iming dunia, Pertanyaanya, dimana kita meletakkan Tuhan kita?
Jika mendua semudah itu, aku tak perlu mencari waktu untuk dibagi supaya yang satu merasa sama. Jika mendua semudah itu, aku tak akan sesulit ini menjaga rasa agar yang lain tak terluka.