Ketidak inginanku mengumbar hubungan kita memperlancar aksimu mendekatinya
GRADASI #2
Kamu membuatku berpikir antara lugu dan dungu itu beda tipis. Maksudku memintamu untuk menyetujui agar tidak mengumbar hubungan kita adalah tanda dewasa, namun ternyata hal itu memperlancar aksimu untuk semakin dekat dengannya.
Kamu bisa saja dengan mudah berkata kepadanya bahwa kamu sedang tidak dekat dengan siapa-siapa padahal baru saja kamu berkata padaku bahwa di hidupmu aku sudah seperti segalanya. Sementara aku? Aku menutup aksesku; celah sekecil apapun untuk orang ketiga masuk dalam hubungan kita.
Aku tidak tahu semudah apa bagimu untuk berbagi, padahal bagiku setia pada satu hati sudah seperti harga mati.
Perempuan itu, di antara kami berdua. Siapa yang lebih dulu mengetahui keberadaan satu sama lain? Atau kuubah pertanyaannya siapa yang lebih dulu ada di hidupmu? Jangan-jangan bukan dia yang merebutmu dariku tapi aku yang kamu jadikan selingan saat kamu bosan dengannya.
Kata mana yang harus kupercaya dari mulutmu sekarang sementara sudah bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan kalau pengkhianat selalu berkaitan erat dengan penipu ulung sepaket alibi mainstream pembenarannya.
Ah sudahlah, jangan semakin memperumit keadaan. Tidak penting siapa yang ditinggalkan dan meninggalkan. Yang harus diterima sekarang adalah kenyataan bahwa kata kita sudah tidak lagi ada. Hanya aku, kamu, dan kisah yang sebentar lagi disebut masa lalu.













