" kamu Deket sama siapa si?",
"orang kayak kamu mana mungkin sendirian",
"pasti banyak kamu mah",
"Blablablabla", dan yang lain-lain yang serupa dengan yang disebutkan diatas.
Setiap manusia pasti punya pujaan hati bukan? Tentu. Entah ia teman, kekasih, Kaka kelas atau adik kelas, atau masa lalu yang masih terjebak didalamnya.
Pun setiap manusia pasti memiliki cara yang berbeda-beda dalam mencintai. Ada yang cara mencintai nya secara terang-terangan setiap hari memberikan perhatian, atau memberikan apapun yang kekasihnya inginkan. Ada juga yang cara mencintainya secara diam-diam, diam-diam mendoakan, diam-diam memperhatikan dari kejauhan, dll. Yang pasti didalam kehidupan, manusia tidak akan terbebas dari rasa cinta. Karena itu adalah fitrah yang telah dianugerahkanNya untuk setiap para hambaNya.
Pujaan hati seiring berjalannya waktu dan berpindahnya tempat pasti akan silih berganti, yang mana setiap waktu bisa saja naik turun dalam mencintai atau ada yang lebih mengagumkan hati. Maka dari itu bagiku cinta sebelum ucap janji suci ( menikah ) adalah dusta meski penyampaiannya sangat menyakinkan. Karena setelah janji suci itu terucap hakikat mencintai yang sesungguhnya akan hadir, karna cinta yang terbangun bukan dari hawa nafsu belaka.
Menurut ku sepasrah-pasrahnya mencintai adalah ketika kita hanya meminta kepadaNya dikirimkan seseorang yang terbaik yang mampu membimbing untuk meraih ridhoNya secara bersamaan.
Tidak ada siapapun disisi sebelum janji suci itu terucap. Entah dari lisan siapa, tapi setelah itu terjadi aku akan menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa dialah seseorang yang selama ini selalu aku pinta dalam doa-doa ku.











