Ramadhan 11
Kali ini kami harus bergerak dari makkah ke madinah..banyak sekali hal yang saya alami, kamj alami.
Malamnya kami memilih untuk bermalam di masjidil haram untuk banyak2 mengaji dan memohon pada Allah..pagi datang kami pandanngj ka'bah lekat2. Hati kami berantakan jntuk mengucap pisah, tapi hidup harus lanjut.
Kami pamit dengan sholat 2 rakaat depan mayaf dibground flour lalu beranjak plg. Setelah di hotep beres kamj memesan grab ala arab careem. Ternyata harhabdj aplikaai sangat tidak memadai menurut sopirnya, kami mwnunggu 3 jam lebih sampai akhirnya harus menentengbkoper ke area terbuka dengan penitupan jalan, mencegat taksi denga. Keswpakatan 2 kali haarga careem.
Sesampai di sasiun HHR semua kami pelajari dnegan cepat, hjngga kami bertolak ke madinah. Sesampai di madinah, tentu kami masib kebjngungan dengan stasiun HHR, baiknya ada seorang Bugis yang mengarahkan kami untuk mengambil taksi. Taksj yang membawa kami ke hitel artal. Harga? Yah 2 kalilipat dr Hotel mekkah ke stasiun mekkah dan masya Allah Bapak bugis itu mengeluarkan senumlah dana untuk membayarkan kami. Saya ingin membayat via TF beliau tolak dengan balasan doa saja.
Kami beetolak ke artal dimana tempat kami booking domadinah, alhamdllah hotel yang nyaman dengan segala fasilitas. Namun tdk sampai disitu sorenya kami bertolak ke mesjid nabawi disana padat, meski tak sepadat makkah seperti biasa di masjidil haram kami membawa semua perlengkapan untuk menginap. Setelah taraweh ternyata askar masjid nabawi meminta kami untuk beranjak. Sebenarnya sedih, namun kondisi adik dan tante mmg kecapean setelab seharian dalam perjalanan. Kami jalan plg mencari alusr yg terbaik. Sampai memutiskannuntuk memesan taksi darj semua taksi yang mahal. Seorang anak muda dengan tawaran 10 riyal. Sesampai dj artal kami menyeringai bahagia ternyata hotel ini lengkap dengan shuttlw bus.
Perjalanan ramadhan ke 11inj luar biasa mminta kami ber khusnudzon, terkma kasib ya Allah dan rindu kami ya Rasulullah.











