Ramadhan Day-6
Di penghujung hari ke-6, bulan Ramadhan tahun ini, terdapat kesan tersendiri bagi diri ini.
Tadi sore aku menghadiri majelis ta'lim, dimana Ustadz Umair Khaz menjadi pembicaranya. Sungguh diri ini terpaku, diam menikmati setiap untaian kata yang beliau sampaikan, nasehat-nasehat dan ilmu-ilmu yang beliau bagikan.
Baru kali pertama aku benar-benar khusyuk mendengarkan kajian tanpa banyak toleh kanan-kiri, benar-benar fokus. Bagaimana tidak, ilmu yang Ustadz Umair sampaikan tadi, benar-benar membuatku terenyuh sampai berkaca-kaca mata ini.
Jujur saja, Ustadz Umair adalah salah satu asatidz yang sangat ingin aku temui, ingin aku dengarkan kajian nya secara langsung. Dan dibulan penuh kemuliaan ini Allah kabulkan keinginan ku, Allah pertemukan ku dengan beliau di majelis ta'lim yang penuh berkah.
Ketika melihat ustadz Umair, pertama kali yang muncul dibenak ku adalah kisah-kisah perjalanan beliau di bumi Xinjiang, aku seketika teringat peristiwa-peristiwa yang menimpa saudara muslim disana, perih rasanya menghadapi kenyataan bahwa umat muslim masih tertindas.
"Kalau belum mampu membantu mereka dengan gerakan atau finansial, maka bantulah dengan do'a. Apalagi di bulan ramadhan ini, makin banyakin do'a-do'a kita untuk umat muslim diseluruh dunia, untuk saudara kita di Xinjiang, Rohingya maupun saudara kita di Palestina."
Dan aku juga kagum pada beliau, karena Allah beri kesempatan untuk melihat langsung bagimana kondisi umat muslim disana, membantu mereka, berkontribusi besar dalam menyuarakan penderitaan muslim Xinjiang pada dunia. Semoga suatu hari nanti, aku dapat berkontribusi nyata seperti yang beliau lakukan. Aamiin.
Di akhir kajian, ketika waktu berbuka tinggal beberapa detik, majelis ta'lim ini ditutup dengan do'a yang menyentuh hati, do'a yang diucapkan oleh orang shaleh, do'a yang dipanjatkan diwaktu mustajab. Aku benar-benar merasakan kesyahduan suasana do'a tersebut, ketenangan, dan kekhusyukan yang begitu dalam.
MasyaAllah Tabarakallah. Sungguh aku ingin mengehentikan waktu saat itu juga. Agar dapat terus menerus bermunajat kepada Ar-Rahman bersama dengan orang-orang shaleh.
Oh iya, qadarullah tadi aku sendirian pergi ke majelis ta'lim, karena teman-teman ku punya agenda masing-masing. Setiba aku disana, aku bingung memilih tempat duduk, awalnya aku memilih duduk di paling pinggir karena tak memiliki teman. Namun entah mengapa ketika melihat ada tempat kosong di samping mbak-mbak, benak ku langsung berkata "Duduk samping mbak-mbak itu aja, siapa tahu bisa diajak kenalan. Yok sekali-kali jadi orang yang nyapa duluan!" dan akhirnya aku duduk di samping mbak-mbak itu (ada 2 mbak-mbak).
Sebelum aku mengajak kenalan, salah satu mbak tadi mengajak ku kenalan duluan, namanya Mbak A'yun, dan disampingnya ada mbak Khurin. Awalnya kita ngobrol malu-malu kucieeng, tapi lama-lama ngobrol sampe mana-mana, ketawa-ketiwi bareng. Mungkin karena aku lebih sering berteman dengan yang lebih tua, jadi mudah adaptasi dan akrab dengan mereka, dan faktor lainnya, Mbak A'yun dan Mbak Khurin itu humble and friendly bangeet, ku sukaaa :3.
Mbak A'yun dan Mbak Khurin, mereka anak pondok yang sedang pengabdian di salah satu sekolah di daerah ku, mbak A'yun asal Semanggi sedang Mbak Khurin asal Sukoharjo. Seneng banget pokonya bisa kenal mereka, saling bebagi ilmu dan pengalaman. Semoga ukhuwah tetap terjaga walau jarak memisahkan ya hehe.
Nb : Mereka single loh, sholehah+berniqab pula >,< idaman banget xixi, canda idaman🙈
Sekian cerita Kalandara hari ini, maafkan jika random begini :)
Kalandara bercerita | 18 April 2021 | 20:11

















