Random Mind - 1
Hal yang tiba-tiba menuhin explore Instagram bikin saya jadi mikir. Well, ternyata kenyataannya manusia itu emang gitu ya, kita ini nyatanya 'kebanyakan' emang beringas.
Kita kalau dibiarin hidup bebas tanpa batasan, saya yakin dunia ini bakalan hancur.
Udah ada batasan dengan hukum dan sanksi sosial saja, manusia tetap enggak jera.
Dulu saya pernah baca kalau perempuan di zaman dulu itu enggak ada harganya, kebanyakan cuman dijadikan budak seks.
Sampai sekarang, pola pikir tentang perempuan itu 'budak seks' kayaknya masih berlaku di banyak tempat, apalagi dengan masyarakat yang mayoritas enggak percaya Tuhan atau atheis.
Untungnya, Allah dengan Maha Baik Dia, memberikan saya kesempatan terlahir sebagai seorang muslimah dari kedua orang tua yang juga baik, sehingga pelajaran-pelajaran tentang agama-Nya bisa saya dapatkan, sehingga saya tahu apa yang boleh saya lakukan dan apa yang enggak boleh saya lakukan. Iya, tahu dulu, karena kadang kita emang enggak ngehadepin langsung, tapi waktu ngehadepin langsung di dunia nyata, yang kita tahu itu Insya Allah berguna.
Terus..
Saya berpikir lagi, manusia itu emang cocoknya buat di ancam. Pantasan di Al-Qur'an Allah sering banget ngancam, karena kalau enggak gitu kita mana peduli sama kejahatan kita.
Manusia juga tipe makhluk yang suka 'hadiah', jadi selain ancaman Allah juga sering banget ngasih tahu di Al-Qur'an apa aja yang bakal kita dapetin kalau kita berbuat baik.
Well, begitulah manusia nyatanya.
Kalau enggak ada lagi yang percaya Tuhan dan peduli sama perkataan Tuhan, dan memberi peringatan pada sesama manusia. Sudah bisa dipastikan, dunia ini bakal berakhir. Buat apa Allah ngebiarin makhluk yang cuman bisa buat kerusakan menjadi penghuni bumi ini.
Intinya, saya sangat bersyukur terlahir sebagai seorang muslim, karena semakin dewasa saya semakin sadar, semua perintah dan larangan Allah memang baik buat saya.
Ingat aja, semua kejahatan yang dilakuin akan dipertanggungjawabkan kelak, begitu pula semua kebaikan. Enggak usah diragukan lagi. Inilah dunia, dengan semua huru-haranya. Inilah dunia, tempat ujian yang nyata. Dunia ini bukan tempat hidup tenang, dunia ini tempat beramal, ketenangan hanya ada di Surga.













