Realita nya apa-apa yang terlihat di sosial media tidak sepenuhnya benar. apa yang kira-kira diharapkan? kebahagiaan? pencapaian? kegagalan seseorang? penderitaan seseorang? kita tidak berhak menilai apapun yang hanya terlihat disosial media nya, pun tidak bisa menilai hanya dengan apa yang telah kita dengar.
kapasitas kita bukan untuk menilai seseorang. kapasitas kita hanya bisa mengambil apa yang bermanfaat buat diri. seenggaknya apa yang bisa kita ambil hikmahnya
Realita nya, kebahagiaan apapun yang ditampilkan disosial media pasti ada setidaknya satu kegagalan atau kesedihan yang dialami mereka, jadi jangan mudah terpengaruh atas apa-apa yang mereka posting. siapapun termasuk diri kita pun hanya akan menampilkan kebahagiaan atau kesedihan yang "HANYA" ingin kita tampilkan saja.
saya percaya bahwa ada begitu banyak perjuangan yang dilalui oleh banyak orang dan itu pun tidak mudah. banyak lika-liku yang diperjuangkan. banyak waktu dan tenaga yang telah dikorbankan. dan itu tidak mudah.
Realita nya, begitu banyak waktu yang terbuang untuk sekedar melihat timeline atau story diberbagai sosial media, begitu banyak informasi yang telah kita telan, sementara tidak ada satupun dari mereka yang mampu membuat diri semakin baik?
apakah itu sebuah pertanyaan? ya coba deh perhatikan lagi dikemanakan waktu luang kita? apa manfaat untuk diri kita?
contohnya, kita suka melihat seseorang menghafal / mengaji al-quran, sementara dikehidupan nyata apakah kita sudah melakukan hal itu juga?
kita suka klik like postingan seseorang yang gemar bersedekah, tapi apakah diri kita juga pernah melakukan hal yang sama yaitu bersedekah?
kita juga sering posting tentang sebuah nasihat, tapi ternyata kita pun tidak melakukan nasihat itu.
rasanya malu kah pada diri terutama pada Allaah, bahwa ternyata kita tidak melakukan cerminan akan sebuah tindakan? :(
ini dunia nyata, bukan dunia mimpi. mari bangun.
30 Agustus 2021, Jakarta.