Sonder
Kau pernah merasakannya, kan?
Kau menemukan sebuah video lama, sebuah blog yang ditinggalkan, sebuah akun seni yang tak lagi diperbarui. Kau jatuh cinta pada karya mereka. Pada cara mereka merangkai kata, melukis cahaya, atau memetik senar.
Lalu kau sadar, mereka telah pergi.
Jejaknya berhenti.
Rasanya seperti menemukan sebuah rumah yang hangat di tengah kota digital.
Di jalanan utama, lampu-lampu masih berkedip dari akun-akun raksasa. Tapi di gang-gang sepi, di situlah reruntuhan yang sebenarnya berada. Kau mendorong pintu sebuah blog yang tak terkunci, dan di dalamnya, perabotannya masih tertata rapi, tapi debu waktu telah menutupi segalanya.
Di atas meja, secangkir kopi seolah baru saja ditinggalkan, kini telah dingin dan membeku dalam waktu. Kau tidak menyentuhnya. Kau hanya berdiri di sana sejenak, seorang tamu yang tak diundang, sebelum dengan perlahan menutup kembali pintunya, meninggalkan rumah itu dalam keheningannya yang abadi.
Roni. | 18 Agustus 2025










