Nyatanya jarak memberi arti, bukan sekedar membuat rintih dihati
Jakarta 23 Januari 2018 | Melodi Gadis Hujan on Tumblr
seen from United States
seen from China

seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Belgium

seen from Italy
Nyatanya jarak memberi arti, bukan sekedar membuat rintih dihati
Jakarta 23 Januari 2018 | Melodi Gadis Hujan on Tumblr
Pementasan "Rintih" oleh Teater Bara: Konspirasi sang Patih Bertujuan Ambil Alih Kekuasaan
Carina Payue Pementasan "Rintih" oleh Teater Bara: Konspirasi sang Patih Bertujuan Ambil Alih Kekuasaan Artikel Baru Nih Artikel Tentang Pementasan "Rintih" oleh Teater Bara: Konspirasi sang Patih Bertujuan Ambil Alih Kekuasaan Pencarian Artikel Tentang Berita Pementasan "Rintih" oleh Teater Bara: Konspirasi sang Patih Bertujuan Ambil Alih Kekuasaan Silahkan Cari Dalam Database Kami, Pada Kolom Pencarian Tersedia. Jika Tidak Menemukan Apa Yang Anda Cari, Kemungkinan Artikel Sudah Tidak Dalam Database Kami. Judul Informasi Artikel : Pementasan "Rintih" oleh Teater Bara: Konspirasi sang Patih Bertujuan Ambil Alih Kekuasaan Teater yang beranggotakan para siswa SMANTA itu menyajikan petunjukan teater tradisi yang mengangkat tema horor lokal. http://www.unikbaca.com
Assalamualaikum & Selamat pagi Rabu. #Kata2Hikmah #Rintih #INTIFADAHariKe122 #TheJerusalemPalestinianCapital #BaitulMaqdisHakMilikPalestin
Rintihan Pahlawanku
Rintihan Pahlawanku
Karena Ayah sudah tenang dan sadar, Ibun menitipkan Ayah padaku dan ia mencari kamar inap untuk Ayah. Saat Ibun pergi, dokter datang dan meminta izin untuk membersihkan luka pada wajah Ayah. Ketika kapas yang dipegang dokter menyentuh pipi kiri Ayah, tangan Ayah spontan menahan tangan dokter. Aku diminta dokter untuk menahan tangan Ayah. Ayah meronta-ronta dan mengaduh-ngaduh “Sakiiiit…sakiiiit…” ah rasanya hatiku seperti terisris-iris mendengar rintihannya. Aku tetap menahan air mataku dan terus menuntun ayah agar terus beristighfar. Sungguh sebenarnya aku tak tahan, rasanya aku ingin lari saja dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak pernah melihat Ayah merintih atau bahkan mengeluh sedikit pun. Ayah adalah laki-laki yang sangat kuat bagiku, pelindung juga penghibur.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/1X6yOgR