#ybmangunwijaya #yusufbilyartamangunwijaya #mangunwijaya #romomangun #arsitek #arsitektur #pendidikan #guru #murid #seni #budaya #agama #sastra #agama #reliji #religi #kutipan

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China
seen from France

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
seen from Philippines

seen from Italy
seen from Ukraine
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from Malaysia
#ybmangunwijaya #yusufbilyartamangunwijaya #mangunwijaya #romomangun #arsitek #arsitektur #pendidikan #guru #murid #seni #budaya #agama #sastra #agama #reliji #religi #kutipan
Suatu karya agung biasanya dimulai oleh perintis berjumlah sedikit. Tinggal tergantung pilihan kita untuk ikut pada yang sedikit itu atau tenggelam dalam massa saja.
(Y.B. Mangunwijaya)
📝Judul Buku: Burung-Burung Rantau ✏Penulis: Y.B. Mangunwijaya 📑Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 📒Tahun: 2014 (diterbitkan pertama 1992) 📖Oleh Nikodemus Yudho Sulistyo📖 Dulu saya dibuat terpana dengan pemikiran filosofis Dee dan Ayu Utami dalam karya-karya mereka, belum lagi cara bercerita mereka dengan bahasa yang badung dan ceplas-ceplos. Namun saya alpa bahwa Romo Mangun sudah memiliki gaya penceritaan seperti ini lebih dahulu. Soal pemikiran filosofis sudah jelas beliau pakarnya, namun saya mendapatkan kaget 'combo', darimana beliau mendapatkan cara bercerita yang badung, tengil, bandel dan nakal dalam setiap karakternya? Dialog yang luar biasa mengalir menohok cara berpikir para tokoh yang disiplin, muda dan bergairah, relijius, atheis dan agnostik, binal atau kaku. Saya tidak habis pikir mengenai pola pandang Romo Mangun yang begitu terbuka dan bijak taraf dewa mengingat beliau adalah seorang Pastor atau rohaniwan yang 'terikat' dogma dan aturan agama. Well, ini dosa saya yang terbesar karena memiliki pikiran yang lebih sempit dari jalan tikus, masak harus membaca banyak karya Romo Mangun baru bisa sadar dan awas akan kehebatan beliau (saya sudah membaca Burung-Burung Manyar; Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa). Burung-Burung Rantau menceritakan konflik batin antara setiap anggota keluarga Jendral Wiranto (nama fiksi: mantan pejuang '45) dan anak-anaknya dengan beragam sifat dan pemikiran. Dialog epik antara sang ayah dan anak perempuannya sang antropolog badung binal namun dicinta sang ayah adalah bagian yang tak berhenti membuat saya berdecak kagum atas keunggulan almarhum Romo Mangun. Setiap penceritaan dan percakapan mengalir laksana air sungai yang tak terusik takdir. #reviewbuku #minireview #ybmangunwijaya #romomangun #burungburungrantau #masterpieceindonesia
(Satu dari) Tiga pesan Romo Mangun pada kita yang tertinggal: Kita tidak dapat menyelesaikan semua masalah Indonesia, terlalu besar dan kompleks, ambil satu atau dua saja yang kamu mampu, kecil tidak apa-apa, tetapi kunci penyelesaian, fokus ke situ, hingga menggerakkan lebih banyak orang berkehendak baik, mempunyai dampak luas sebagai contoh dan dicontoh, tentu dengan adaptasi situasi kondisinya.
Francis Wahono, "Garis Massa ala Y.B. Mangunwijaya: Model 5M untuk Gerakan Sosial Budaya," Gerakan Sosial Romo Mangun, peny. St. Sularto (Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2017), 73.
#ybmangunwijaya #romomangun #mangunwijaya #kutipan #arsitektur #sosial #politik #sastra #budaya #kutipan #katolik #gereja #kristiani
____________ sendangsono, 2006's Y.B. Mangunwijaya magelang ______________________________ #magelang #architecture #mangunwijaya #romomangun
Indonesia ini memang negeri yang unik, penuh dengan hal-hal yang seram serius, tetapi penuh dagelan dan badutan juga. Mengerikan tapi lucu, dilarang justru dicari dan amat laku, dianjurkan, disuruh tetapi malah diboikot, kalah tetapi justru menjadi amat populer dan menjadi pahlawan khalayak ramai, berjaya tetapi keok celaka, fanatik anti PKI tetapi berbuat persis PKI, terpeleset tetapi dicemburui, aman tertib tetapi kacau balau, ngawur tetapi justru disenangi, sungguh misterius tetapi gamblang bagi semua orang. Membuat orang yang sudah banyak makan garam seperti saya ini geleng-geleng kepala tetapi sekaligus kalbu hati cekikikan. Entahlah, saya tidak tahu. Gelap memprihatinkan tetapi mengandung harapan fajar menyingsing......(menyanyi) itulah Indonesia. Menulis kolooom selesai. ["Fenomena PRD dll," dalam Politik Hati Nurani, hlm. 28]
Y.B Mangunwijaya (Romo Mangun)
Nilai untuk Jati Diri
Mendengar arsitektur, tidak semua insan dapat serta merta memahami maksud kata tersebut secara penuh penjiwaan dan kritis. Jika menuju pada asal kata Arche dan Tektoon dari Bahasa Yunani, tentu akan sangat terasa tidak relevan mengingat pada pelaksanaannya tidak hanya sekedar tentang teknis statika bangunan belaka.
Bahkan Romomangun mengatakan bahwa istilah Arsitektur sebenarnya miskin, tidak banyak mengungkapkan isi yang lebih luas dan dalam; tapi terlanjur menjadi populer.
Sebuah keterangan gambar dalam bukunya, Romomangun menyatakan studinya tentang beberapa nama besar yang dalam sejarah Eropa bahkan di zaman kerajaan telah melahirkan bangunan-bangunan atas landasan romansa dan kuasa. Dalam perjalanan sejarah itu, disimpulkan bahwa bangunan atau gedung haruslah memiliki aspirasi manusia dalam elemen-elemen yang memperkaya "jasmani" bangunan tersebut. Dalam potret dan gambar Istana Al Sulaiman, Jeddah, karya arsitek Abdel Wahed el Wakil; Romomangun menyisipkan bahan renungan kita :
"Pedagang kayu boleh jadi mengira, bahwa bunga-bunga dan dedaunan hanya hiasan-hiasan bagi pohon, tapi bila mereka dihilangkan, ia akan sadar terkena rugi, kayunya akan menyusul enyah juga" (Rabindranath Tagore)
Nilai-nilai yang tumbuh dalam memori kita, ada yang berupa jejak di ingatan terdalam, ada pula yang berupa dialog berulang di permukaan. Kadang kita transformasikan menjadi sebuah bentuk -misalnya jajaran kata-, kadang pula kita samarkan dalam ingatan karena belum kita perlukan. Jika beruntung, setiap nilai yang kita rekam; kita transformasikan dalam bentuk estetis yang mudah dipahami individu bahkan generasi lain.
Apakah nilai-nilai ini memiliki kaitan dengan jati diri? Dalam kamus bahasa, jati diri memiliki definisi : ciri, gambaran, kondisi khusus, identitas; inti, jiwa, semangat; spiritualitas. Sedangkan dalam kamus bahasa, nilai memiliki definisi : sifat-sifat yang penting ada pada sesuatu; menyempurnakan sesuatu sesuai dengan hakikatnya; harga atau kualitas sesuatu. Jika jati diri diumpamakan jiwa, maka nilai adalah kualitas jiwa tersebut. Djahiri (1999) mengatakan bahwa nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan standar.
Praktek yang dilakukan kita adalah bahwa kita mungkin akan mengamati seseorang di dekat kita. Lalu kita mulai menerka di mana kita mulai menilai mereka, dan di mana kita mulai mengenali jati diri mereka. Didalam ilmu ruang dan arsitektur, arsitek mencoba mengemas nilai dan jatidiri tersebut sebuah wujud yang dapat dialami (dihuni) saat itu juga dan diapresiasi setelahnya hingga beberapa generasi. Jika mata kita lewat lensa, dapat merekam sesosok wajah. Maka arsitek lewat arsitektur, merekam kejujuran jati diri dan kualitas/nilai yang dikehendakinya.
Romomangun menyebutkan jati diri sebagai akar dalam tradisi pribumi. Ia menjadi kebanggaan karena harga diri dan kesadaran diri. Ungkapan harga diri yang sehat dan wajar itu dilahirkan dalam "puisi" bangunan.