Alam mangajarkan ketenangan, kesabaran untuk menerima dan ketabahan menanti keindahan yang datang di waktu yang tepat menurut-Nya

seen from Germany
seen from Romania
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Albania
seen from China
seen from Australia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Romania

seen from Norway
seen from China
seen from China
seen from Norway
seen from Germany
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany
Alam mangajarkan ketenangan, kesabaran untuk menerima dan ketabahan menanti keindahan yang datang di waktu yang tepat menurut-Nya
Something, Someone, Sometimes
Berandai dan perandaian. Mau itu perempuan atau lelaki, semuanya memiliki titik dimana ia ingin tersenyum dengan hati yang berbunga. Susah bagi seorang yang hidupnya penuh akan ketidakpercayaan pada orang lain. Ia menginginkan suatu hal baru seperti yang ia tahu, kegiatan itu dilakukan oleh semua remaja disekitarnya. Ia menunduk, terdiam dengan senyum miris. Beberapa pertanyaan serupa menuntut keluar dari benak terdalamnya. Dalam diamnya, ia menangis.
Siapapun tahu, manusia hidup membawa misi. Kebenarannya adalah tidak semua manusia tahu apa misi yang ia emban untuk berlaku hidup. Tidak semuanya sadar, dan bahkan “mau sadar” meski sudah banyak realita kehidupan lewat depan mata kepalanya sendiri. Menutup diri untuk mengerti, miris.
Berandai, apakah bagian dari doa?
Ia tahu ia manusia yang rapuh, tidak berguna, bukan apa-apa, bukan figur utama dalam laju rotasi bumi, bukan panutan yang sempurna. Kenyamanannya akan detik ini merasa tidak terasa tentram kala tuntutan umur mendorongnya untuk menggapai “sukses” ala average hitungan orang kebanyakan. Tidak bisa dipungkiri namun yas, begitulah realita. Menuntut dirimu menjadi extrovert berdompet tebal. Tapi akan semua itu, ada satu yang sering lupa dimasukkan dalam to do list orang yang benar sampai disana, jarang disampaikan. Yakni kedekatan diri dengan Tuhan.
Jujurlah pada dirimu. Kepada siapa kamu mau menunjukkan bahwa kamu adalah “orang yang sudah seperti apa yang kalian mau”?
Orang lain tidak peduli denganmu. Mereka punya mulut, mereka bebas bercuat. Mereka punya jari, mereka berkomentar ria, Mereka punya misi dan keluarga mereka sendiri, namun hobi membanding-bandingkan. Itulah “siklus”. Kamu tidak perlu sembunyi atau bahkan lari dari alurnya. Diam, laporlah pada siapa yang meng”ada”kan siklus ini. Ia ingin kamu mengadu.
Berlakulah bebas. Ini hidupmu, bukan urusan mereka.
Belum Saatnya
Ntah kapan aku tidak teliti dalam memindahkan benih-benih yang datang, benih yang tertinggal itu tumbuh begitu saja. Perlahan ia mengeluarkan akarnya, batangnya kecilnya telah tumbuh, tak tega ku merusaknya alih-alih " dia tidak akan tumbuh secepat itu". Namun kenyataannya sekarang dia hanya menunggu mekar untuk menjadi bunga nan indah tiada duanya.
Akhirnya aku mencabut bunga yang siap untuk mekar itu dan aku pindahkan, karena sang pemilik belum siap untuk merawatnya, karena tanahnya untuk tumbuh dan menjaganya masih belum bagus.
Maafkan aku yang membiarkan rasa ini tumbuh, akupun sentak terkejut dengan pertumbuhannya. bukannya diri ini tidak mau tapi tidak siap, melihatmu yang akan tumbuh menjadi bunga indah yang menyejukkan hati di tanah setengah gersang tidaklah elok, meski rasanya sakit untuk mencabutnya itu akan lebih baik dbanding sakit melihat sebuah bunga cantik yang layu. Tumbuhlah ketika tanah telah menjadi subur, ditampung rapih didalam vas yang bercorak, diberikan pupuk yang baik, disiram air yang selalu ada saat dibutuhkan, dan ketika aku sudah belajar cara merawatnya.
Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, kali ini kuserahkan semuanya padaMu sang Maha kuasa, sang Maha Cinta, dan yang Maha Pemilik Cinta..
Rabu 8 Februari, almazah
Ceiling painting - Saint Nicholas Cathedral, Monaco
Kiyomizu-dera Main Hall (Hondo) - Kyoto, Japan by banzainetsurfer on Flickr
White Church by creedont
My Sicily II