Bibit mangga akan tumbuh menjadi mangga. Prosesnya bertumbuh sampai berbuah, tapi ada juga yang tumbuh tak sesuai timeline dan tak terduga. Dia pernah dipangkas, ditebas, diombang-ambingkan angin. Tapi ia tetap akan berbuah mangga.
Pohon itu mengalami dynamic stabilizer. Bergerak di atas yang tetap, menjaganya supaya tetap seimbang.
Tapi ini bukan soal mangga.
☰
Surat An-Nisa Ayat 34
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, .."
🌷Insight arti Qouwwamah oleh Teh Pepew dan Kang Ulum.
Defaultnya laki-laki itu punya jiwa Qouwwam.
Fitrah itu akan melekat dan bertumbuh dalam jiwa ke Qouwwam annya.
Seperti pohon tadi, dalam proses tumbuh akan menemukan tantangannya.
Jika seorang laki-laki belum menikah maka qouwwam nya akan muncul dalam kiprahnya ia bekerja, dalam komunitasnya, dalam memutuskan hal-hal untuk dirinya sendiri.
Kalau posisinya sudah menikah, katanya -perempuan suka menanyakan hal yang menurut laki-laki "ngapain kok kya gitu ditanyain."
Misal,
P : "Kamu lebih memilih aku atau ibu kamu?"
Kata Kang Ulum yang mewakili seluruh laki-laki (hehe)
Bahwa benak suami itu >>> semua dipikirin.
Poinnya di sini >>> saling memahami kegelisahan. Laki-laki mau belajar dan memahami defaultnya perempuan, dan sebaliknya.
Qouwwam itu sangat luas maknanya. Dari Kang Ulum diartikan kepada ihsan, ADIL, tegak, jernih dalam memandang sesuatu.
Sebagai perempuan harus memahami agar tidak terlukai posisi Qouwwam pasangannya.
Terbayang kalau perempuannya memang dominan dan alpha misal; tapi ke alpha an semenjak masa mudanya dibawa ke rumah tangga dan kepleset tidak menjaga marwah laki-laki, maka mungkin akan tidak baik-baik saja.
Kamu fatherless? Aku fatherless. Kayaknya memang ini masalah anak Indonesia. Hehee.
Kalau kata novel Dompet Ayah Sepatu Ibu>>>
Kita punya luka.
Orang tua kita juga mungkin punya luka.
Memaafkan adalah obat dari segala obat.
YAAA Bapak itu mikirin semuanya loh. Mungkin edukasi parenting saat itu kurang. Dan memang kita bertumbuh kurang peran ayah. Tapi di era sekarang kita bisa belajar untuk menjadi orang tua yang hadir nantinya dan menjadi anak yang tidak perlu menyalahkan cara orang tua mengasuh kita.
Back to >>>
Semoga jika kita kebanyakan merasa menjadi perempuan yang mandiri di masa singlenya, alpha dan bisa memimpin, berkarir dan punya penghasilan; tapi jangan sampai mencederai fitrah pasangan, Qouwwam nya.
Dicontohkan, cara menjaga fitrah Qouwwam di dalam rumah.
Perselisihan istri (I) dengan mertua (M). (Kalian overthinking juga ngga sih nanti punya mertua kaya gimana wkwk)
Di sini I dan M ngga boleh maju sendiri dalam perselisihan. Paham kan perempuan vs perempuan kadang pake mulut hwhwhw.
Karena si Qouwwam (Q) akan merasa tidak dihargai, >>> padahal punya peran yang ADIL soal ini.
Kembali lagi Qouwwamnya juga harus pinter exexexe >>>
Q ketika bersama M: "Ngga apa-apa, Bu. Dia masih belajar. Ibu juga pernah diposisi dia kan. Maklumi ya, Bu."
Q ketika bersama I: "Ga pa pa. Ibu sudah sepuh jadi suka begitu, kamu maklumi saja ya."
Kurleb gitu.
Fitrahnya laki-laki punya jiwa Qouwwam. Tapi munculnya bagaimana ketika berperan tergantung dari faktor eksternal juga. Makanya kita sebagai perempuan juga perlu paham dan bisa memposisikan diri.
(Inget-inget yaa akuu) #SelfReminder
Semoga bermanfaat🙏














