...
Aku tahu, kamu tumbuh dari
Keras kasar sebuah kerutan
Sedang aku dari pilu, aman yang ternyata palsu
Juga semua yang terlalu baik
Tapi menurut aku, kamu cemerlang
Mampu melahirkan bintang-bintang
Menurutku, ini juga kar'na lembutnya sikapmu
Juga sabarmu yang nomor satu
'Tuk petualangan ini
Mari kita ketuk pintu yang sama
Membawa amin paling serius
Seluruh dunia
Bayangkan betapa cantik dan lucunya
Gemuruh petir ini
Disanding rintik-rintik yang gemas
Dan merayakan
Amin paling serius seluruh dunia
Lagi seneng banget dengerin lagu Amin Paling Serius punya Sal Priadi dan Nadin Amizah.
Aku sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga yang hangat, membuka diskusi tentang apapun, sering bercanda tapi super serius masalah agama. Tapi tau enggak? Kenyamanan didalam rumah baru aku rasakan sekitar 5 tahun kebelakang, atau ini kesalahanku mungkin yaa yang terlambat menyadari.
Sebelumnya ijinkan aku bercerita sedikit tentang keluargaku supaya tulisan ini bisa nyambung dibaca sampai akhir. Aku punya 3 saudara, 1 kakak dan 2 adik. Dengan banyaknya saudara yang aku punya (banyak karna lebih dari 2 hehe) tentu saja kasih sayang dan perhatian dari orangtuaku akan terbagi. Aku tidak bisa menyalahkan atau menuntut orangtuaku ketika beliau membagi sesuatu tidak sama rata, karena memang porsinya berbeda. Adil tidak harus sama. Adil itu membagi sesuatu sesuai porsinya masing-masing.
Dulu ketika aku dan saudara-saudaraku sekolah (jarak kami enggak terlalu jauh jadi tingkatan sekolah hampir berbarengan) orangtuaku super sibuk. Ibu menyiapkan segala kebutuhan anak-anaknya sedangkan Ayah berusaha banting tulang mencari nafkah. Pada saat itulah aku merasa kasih sayang orangtuanya (terhadapku terutama) berbeda. Sesederhana adikku yang selalu diperhatikan tugas-tugasnya, sedangkan aku tidak. Dulu aku merasa tidak adil, merasa paling tidak diperhatikan, dan segala perasaan iri lainnya.
Tapi tau enggak? Allah jawab perasaanku itu dengan situasi saat ini. Situasi setelah aku lulus kuliah dan bekerja salah satu sekolah dekat rumah. Tahun 2017 kakakku menikah dan saat ini alhamdulillah sudah mempunyai tempat tinggal sendiri, adikku sedang kuliah di jogja dan adikku yang satu lagi sedang bersekolah di pesantren. Jadilah aku dirumah sendiri #modeanaktunggal.
Aku berfikir ini adalah jawaban dari Allah atas perasaanku dahulu ketika aku merasa tidak begitu diperhatikan, sekarang karena hanya ada aku dirumah jadi semua perhatian terpusat kepadaku. Ayah dan ibuku dirumah lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku, bercerita, bercanda, berkebun bersama, masak bersama, dan hal-hal lain yang dulu tidak pernah aku lakukan bersama.
Aku bersyukur, amat sangat, aku juga berterimakasih kepada orangtuaku atas waktu yang sudah diberikan untuk aku.
Oya, point yang ingin aku sampaikan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Allah memberikan yang kita butuhkan pada waktu yang tepat. Situasi yang tepat, orang yang tepat, tempat yang tepat, dan semua hal yang tepat. Jadi tidak perlu khawatir, Allah sudah atur semuanya, tugas manusia adalah berdoa dan berusaha.
Sekian.
Terimakasih.
















