Teruntuk mas @ardiankanlah , kita sepakat kiranya bahwa kita semua adalah khalifah fil-ardh. Tapi kita sama-sama tahu bahkan kau dan aku bukanlah satu-satunya khalifah. Gara-gara ini, saya menjadi terpantik berpikir terkait perbedaan paham tiap orang dalam memahami kebenaran Islam. Sebab ada saja manusia yang menerjemahkan bahwa pengertian-pengertian kepemilikiannya adalah mutlak yang benar dan yang lain itu salah hanya karena tidak 'sepikir'. Akhirnya kita menjadi posesif, tidak dewasa dan amat rapuh untuk diguncang dengan gempa otak kecil di tengah-tengah masyarakat. Kita semua saudara seaqidah yang tak seorang pun bisa memisahkan kesatuannya. Allah menciptakan kita bersuku, berbangsa, bernegara dan ahh beruntungnya kita sama-sama dari Sunda ya? Hahaha. Skip. Yang tujuannya agar kita bisa saling mengenal satu sama lain. Tetapi ku pikir mengenal disini bukan sekedar mengenal bagaimana budaya kita berbicara, karakteristik wajah, pakaian, kebiasaan, dan hal-hal mainstream lainnya, namun ada hal yang luput dari perhatian kita, yakni disamping suku-suku dan bangsa-bangsa itu, selalu memiliki unikum-unikum tersendiri yang membedakan alam hidup mereka, cara berpikir mereka, sisi psikologis mereka, dan lain-lain. Kalau Cak Nun berbicara, bahwa tentulah ada pengertian yang lebih luas; syu'uub dan qabaa-il pemikiran yang mencerminkan tipologi internalisasi keagamaan yang berbeda-beda. Dan diantara yang berbeda itu, kita dianjurkan untuk saling mengenal, saling memberi ruang, saling toleran sepanjang tidak menyangkut hal yang sifatnya prinsipil tentang aqidah. Sebagian perbedaan tersebut bisa mengantarkan kita pada kata 'sepemikiran' pada kondisi tertentu, tapi tetap memungkinkan ada yang tidak. Dalam hal ini, saya kadang ruwet ketika menemui pelbagai masalah yang tak sepaham, tak sependapat, tak seanutan dengan yang lain. Padahal kita sama-sama menuju Allah. Sama-sama mengklaim sedang melangkah di jalannya Allah. Saya memilih diam ketimbang mendebat dengan otak kosong, walau pulang membawa benang kusut daripada harus berurusan dengan egosentrisme yang mulai mendarah daging dibeberapa kalangan itu. Apa menurutmu ini adalah tindakan pengecut? #epistolary #samsarakata