Ruang Cerita #3
Kali ini sore sambil mendengarkan lagu dari enau-Ijazah. Akhir tahun ajaran biasanya anak sekolah mulai mencari sekolah lanjutan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa anak datang kepada saya untuk bertanya mengenai sekolah. Terkadang mereka bercerita keinginan mereka yang ditentang orang tua. Maaf untuk mengatakan, ada beberapa orang tua yang cara mendidik anaknya masih kuno. Kenapa saya katakan kuno? Cara didik yang diterapkan pada anak mereka adalah cara didik yang digunakan orang tua zaman dahulu. Mungkin maksud mereka baik tapi kurang tepat jika diterapkan pada anak zaman sekarang.
Bukankah orang tua bertugas membimbing dan memfasilitasi anak untuk menentukan masa depannya? Lalu mengapa ada beberapa orang tua zaman sekarang masih memaksakan kehendak mereka?
Setiap anak punya sayapnya masing-masing. Sayap itu harusnya dirawat dan diperindah agar dapat membawa si anak menjelah dunia. Bukan malah dipatahkan. Lalu apa korelasi sayap dengan masa depan? Kalau boleh saya bilang, sayap adalah keinginan anak atau bakat dan minat yang kelak membantu mereka menuju masa depan. Jika keinginan mereka dibatasi, bukankan itu mematahkan sayap mereka? Harusnya si anak dapat terbang tinggi dengan sayap yang dimiliki tetapi dengan dipatahkannya sayap itu, mereka hanya dapat melompat atau bahkan berjalan. Lalu siapa yang salah? Bagi saya tidak ada yang salah, segalanya dapat diperbaiki.


















