Saat sudah berjauhan
Saat sudah berubah
Saat sudah beranjak meninggalkan
Barulah kita sadar akan berharganya seseorang yang telah lama membersamai, menyayangi, mengasihi dan mencintai sepenuh hati.
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from Estonia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
Saat sudah berjauhan
Saat sudah berubah
Saat sudah beranjak meninggalkan
Barulah kita sadar akan berharganya seseorang yang telah lama membersamai, menyayangi, mengasihi dan mencintai sepenuh hati.
Dalam sekejap, mata bisa dengan cepat memastikan keindahan yang membuatnya nyaman untuk memandang. Seperti saat melihat senja, dalam satu tatapan akan membuat orang yang melihat sejenak terdiam untuk menikmat. Jiwanya akan merasakan kedamaian dari coretan jingga yang sedikit demi sedikit mulai tersamarkan.
Kau tahu kenapa ketika melihat langit sore itu hatimu terasa sejuk dan damai? Sebab ketika kamu lelah dengan urusan dunia, selalu ada ruang mengadu di langit. Ketika orang yang berpijak dibumi sudah mengkhianatimu, langit selalu dengan tetap setia memayungimu.
Mulai saat ini, agar sedikit bisa mengobati rasa sakit dan lelahmu. Belajarlah untuk mendiskusikan apa yang dilihat oleh mata, bicarakan semuanya pada hati yang tak pernah ingkar janji. Luapkan segalanya agar hati pun tak ragu memberikan jawaban yang sebenarnya kamu inginkan.
Hati memang tak bisa melihat keindahan alam yang selalu mata rasakan. Namun, hati jauh lebih baik dan pandai merasakan apa yang berguna dan apa yang ragamu butuhkan untuk kebaikan masa depan. Bukan hanya sekedar sekarang. Ya, bukan sesaat.
Sama halnya dengan orang yang ingin pandai menulis, maka harus banyaklah membaca, dan. Jika hatimu ingin mendapatkan sandaran yang nyaman, maka libatkanlah segala urusan dengannya, dengan hatimu. Bukan hanya tatapan mata saja.
Tatapan mu masih sama seperti dulu. Tapi sayang, yg kamu lihat sudah bukan aku.
Dhon
mereka selalu bertanya, apa kelebihanmu hingga aku bisa jatuh hati padamu. dan aku selalu menjawab: "dia selalu bisa membuat aku merasa istimewa hanya dengan tatapannya. dan itu hanya salah satunya."
• @naadep •
Bolehkah jika aku mengartikan tatapanmu tadi sebagai tatapan kelegaan kala bertemu denganku?
Boleh ya? Karena yang mengartikan seperti itu hanya aku sendiri, tidak perlu kau.
Ternyata selama ini, dia ya, yang selalu kamu amati?
Dia yang ternyata berada di belakangku, yang kamu pandangi dalam-dalam,
yang secara kalian berdua tak sadari, ada aku di antara pandangan kalian.
—Ada aku, yang selalu memandangmu dengan harapan mata kita akan bertemu.
masihkah netra melekat padaku? masihkah guratan senyum pada pipimu mengarah padaku? masihkah kedua kaki jengjangmu melangkah padaku? masihkah hangatnya telapak tanganmu menggenggam jemariku? masihkah tubuhmu condong ke arahku saat bercengkrama denganku? masihkah netramu berbinar menatap wajahku? masihkah tawamu renyah padaku? masihkah? masihkah? masihkah? masihkah kau membaca ini? masihkah kau memikirkannya? masihkan kau belum bisa menjawabnya? masihkah? masihkah kau sayang padaku?
―WHEN I FIRST LAID MY EYES ON YOU
Aku melihat secercah cahaya Sebuah harapan baru Membuatku bertanya siapa dirimu Bolehkah aku mengenalnya
Saat itu ada yang berubah dari diriku Semenjak aku melihatnya Aku menjadi lupa untuk mengenal pilu Karena aku melihat harapan dari kedua matanya
Aku pikir aku lelah dalam hal percintaan Luka yang digoreskan terlalu dalam Sehingga membuatku susah untuk bangkit Bahkan untuk berpindah ke lain hati
Namun saat pertama kali aku menatapmu Aku bisa merasakan kembali separuh diriku yang hilang Goresan luka pun kini telah memudar Aku harap engkau lah obat dari sakitku
—— आदित्य dibaca: Aditya, 2017